Land Cruiser 250 punya ukuran lebih besar dibandingkan dengan Land Cruiser Prado sebelumnya. Mobil tersebut memiliki dimensi panjang 4.925 mm (+100 mm), lebar 1.980 mm (+95 mm), tinggi 1.870 mm (+20 mm), dan dengan jarak sumbu roda 2.850 mm (+60 mm).
Selain itu Seri 250 memiliki jarak sumbu roda yang sama dengan Seri 300.
Land Cruiser dipasarkan dalam opsi 1GD-FTV 2.8 liter inline-four turbodiesel yang menghasilkan 204 PS (201 hp atau 150 kW) dari 3.000 hingga 3.400 rpm dan torsi 500 Nm dari 1.600 hingga 2.800 rpm.
Sementara itu, mesin kedua adalah 2TR-FE 2.7 liter naturally-aspirated inline-four bensin dengan 163 PS (161 hp atau 120 kW) pada 5.200 rpm dan 246 Nm pada 3.900 rpm.
Mesin bensin dipasangkan dengan transmisi otomatis '6 Super ECT' enam percepatan, sedangkan turbodiesel mendapatkan gearbox otomatis 'Direct Shift-8AT' delapan percepatan.
Untuk mendukung performa off road, Seri 250 dibekali ragam fitur di antaranya 4WD penuh, electric power steering (EPS) dan Stabilizer with Disconnection Mechanism (SDM).
EPS memastikan kemudahan pengendalian baik di jalan raya maupun di luar jalan raya, sedangkan SDM memungkinkan kondisi stabilizer depan dikunci atau dibuka dengan satu sentuhan tombol, sehingga menghasilkan performa berkendara dan kenyamanan berkendara saat di jalan raya dan stabilitas pengendalian saat di jalan raya.
Stabilisator depan juga dapat diubah dari bebas menjadi terkunci pada kecepatan 30 km/jam atau lebih dengan menggunakan sakelar di dalam kabin. Enam mode Multi-Terrain Select tersedia untuk pengemudi, bersama dengan Multi-Terrain Monitor yang menggunakan kamera untuk membantu memberikan visibilitas yang lebih baik saat Toyota Land Cruiser 250 harus melibas medan off-road.
Baca Juga: Sambut Tahun ke-55, MMKSI Berkomitmen untuk Selalu Hadirkan Inovasi bagi Masyarakat Indonesia