Hasil pengujian mengungkapkan perlindungan yang sangat buruk pada bagian vital pengemudi, termasuk kepala, leher, dada, dan tungkai bawah kanan. Lebih mengkhawatirkan lagi, mobil ini tidak dilengkapi dengan teknologi pelindung kepala (HPT).
Pelajaran Berharga
Kisah dua mobil ini mengajarkan bahwa dalam industri otomotif modern, keselamatan bukan sekadar pelengkap - ini adalah pondasi utama.
Xiaomi membuktikan bahwa pendatang baru pun bisa unggul jika berkomitmen pada keselamatan. Sementara NETA menjadi pengingat bahwa mengabaikan aspek keselamatan bisa berakibat fatal bagi reputasi sebuah merek.
Bagi konsumen, pesan ini jelas: dalam memilih kendaraan, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Karena pada akhirnya, tidak ada yang lebih berharga dari nyawa pengendara dan penumpang.