Belum Lama di Indonesia, Pabrikan Mobil China Ini Terancam Bangkrut

Minggu, 23 Maret 2025 | 19:00 WIB
Belum Lama di Indonesia, Pabrikan Mobil China Ini Terancam Bangkrut
PT Neta Auto Indonesia Umumkan Harga Resmi Neta V-II. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Di sudut lain gedung, drama utang menggunung bak sinetron tanpa akhir. 1,4 miliar Dolar Amerika Serikat atau setara Rp 23 triliun - angka yang cukup membuat siapapun tersedak kopi paginya.

Para pemasok, frustrasi menagih hutang, sampai rela bermalam di lantai kantor pusat. Bayangkan situasinya: orang-orang dengan wajah lelah, duduk bersila di lantai lobby, menuntut janji yang tak kunjung ditepati.

Fang Yunzhou, sang pendiri yang kini kembali mengambil kemudi sebagai CEO, seperti kapten kapal yang berusaha menyelamatkan bahtera di tengah badai.

Reformasi digulirkan, fokus bisnis Neta dialihkan ke pasar internasional.

Namun dengan kerugian 2,4 miliar Dolar Amerika Serikat atau setara Rp 39 triliun dalam tiga tahun terakhir, upayanya bagai mencoba menguras lautan dengan ember bocor.

Mobil Listrik Neta L Resmi Meluncur. (Foto: Neta)
Mobil Listrik Neta L Resmi Meluncur. (Foto: Neta)

Ironis memang. Neta Auto, yang lahir pada 2018 dengan nama terinspirasi dari kesuksesan film animasi "Nezha 2", kini justru tengah menulis babak yang lebih mirip film tragedi.

Bahkan suntikan dana segar 818,8 juta Dolar Amerika Serikat atau setara Rp 13 triliunan tampaknya tak lebih dari plester untuk luka yang terlalu menganga.

Kisah Neta Auto adalah pengingat keras bahwa di dunia bisnis, tidak ada jaminan kesuksesan - bahkan untuk perusahaan dengan teknologi paling canggih sekalipun.

Seperti pepatah lama: jalan menuju sukses tak selalu lurus, kadang berkelok, kadang berbatu, dan kadang bisa membawa ke tepi jurang.

Baca Juga: Hyundai Pastikan IONIQ 9 Jadi Mobil Listrik Baru yang Siap Masuk Indonesia

Akankah Neta Auto mampu bangkit dari keterpurukan? Waktu yang akan menjawab nasib mobil China ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI