Menteri Agus mengatakan, salah satu nama yang turut menyatakan kesiapan dalam proyek mobil nasional adalah Polytron. Namun, ia juga menegaskan bahwa selain itu, masih ada beberapa grup lain yang juga menyatakan keseriusannya untuk terlibat dalam pengembangan mobil nasional.
Terkait dengan konsep mobil nasional, Agus memastikan bahwa meskipun beberapa komponen mobil tersebut mungkin tidak sepenuhnya dibuat di dalam negeri, ia menegaskan pentingnya penerapan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal sebagai syarat dalam proyek ini.
"Kita tidak bisa tidak impor, tidak ada sama sekali di mana pun sektornya yang bisa 100 persen (dibuat di dalam negeri), itu yang disebut dengan global value chain. Tapi kita menetapkan nilai TKDN minimalnya,” jelasnya.
Polytron sendiri pada diketahui sudah menjalin kemitraan dengan sebuah merek asal China, Skyworth Auto. Kemitraan ini diresmikan pada 2024 lalu di Tiongkok.
Dalam kerja sama ini, Polytron dan Skyworth disebut akan mengembangkan produk dan memproduksi kendaraan bersama, hingga ke perangkat lunak atau software.
Rencananya Polytron akan memproduksi sekitar 10.000 unit mobil listrik Skyworth di Indonesia dalam tiga tahun. Untuk mewujudkan ambisi ini, pabrik Skyworth di Jawa Tengah akan menjadi basis produksi.
Polytron sendiri belum secara terbuka mengungkap rencananya masuk ke segmen mobil listrik kepada publik.
Yang pasti Polytron sudah masuk ke industri kendaraan listrik dengan memproduksi dan menjual motor listrik di Tanah Air sejak 2022 silam.
Baca Juga: Inikah Mobil Listrik Pertama Polytron? Gagah bak Fortuner, Baterainya Sekasta dengan BYD Seal