Suara.com - Transmisi manual sangat identik dengan mobil sport. Namun dalam beberapa tahun terakhir, mobil dengan transmisi manual mulai ditinggalkan konsumen.
Perubahan selera konsumen yang sangat drastis ini membuat mobil seperti Chevrolet Corvette bahkan tidak lagi menawarkan transmisi manual sebagai opsi.
Namun, seperti dilansir dari Carscoops, masih ada beberapa mobil sport seperti BMW M4, Cadillac CT5-V Blackwing, dan Porsche 911 Carrera T yang mempertahankan transmisi manual sebagai pilihan.
Selain itu, nama-nama sepertu Honda Civic Si, Ford Mustang, dan Subaru BRZ atau Toyota GR86 masih menawarkan transmisi manual. Walaupun secara komposisi tak sebanyak model dengan transmisi otomatis.
Menariknya, berdasarkan hasil survei, masih terdapat mobil yang 69 persen pembelinya lebih memilih transmisi manual, yaitu Skoda Fabia.
Dari data yang dipaparkan produsen mobil, transmisi manual mereka masih yang paling diminati sepanjang tahun lalu. Dalam hal tingkat penggunaan transmisi manual, Scala berada di posisi kedua dengan 45 persen. Diikuti oleh crossover Kamiq dengan 35 persen.
Meskipun transmisi manual masih populer di kalangan pelanggan Skoda, mereka telah beralih ke transmisi otomatis dalam beberapa tahun terakhir.
Seperti yang dicatat oleh produsen mobil tersebut, hanya 13 persen pembeli Fabia yang memilih transmisi manual pada tahun 2018. Perubahannya lebih dramatis pada Octavia, di mana tingkat penerimaan transmisi manual hanya sebesar 72 persen dan telah beralih ke transmisi automatic sebesar 80 persen.
Mobil Transmisi Manual Mulai Ditinggalkan
Baca Juga: Bersiap dengan Wujud Kekinian Toyota Yaris yang Irit Banget, Tak Lagi Mampir SPBU
Pengendara modern yang tidak mau repot oper gigi dan injak kopling setiap start awal menjadi salah satu alasan mengapa mobil dengan transmisi manual perlahan mulai ditnggalkan.
Karena dinilai tidak praktis, keberadaan mobil dengan transmisi manual pun juga mulai punah di negar-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman.
Tercetusnya ide menghapuskan opsi transmisi manual ini diawali oleh Volkswagen (VW). Pabrikan otomotif asal Bremen, Jerman ini memutuskan untuk tidak lagi memproduksi mobil bertransmisi manual sejak 2030 mendatang.
Volkswagen berfokus pada produksi mobil listrik yang memang tak membutuhkan transmisi manual.
Berdasarkan laporan Motor und Sport disebutkan kalau VW Tiguan dan VW Passat yang meluncur pada 2023 hanya tersedia dalam pilihan transmisi otomatis. Rupanya langkah yang diambil VW ini bakal diikuti merek yang tergabung dalam Volkswagen Group seperti Skoda, Seat, dan Audi.
Keputusan yang diambil oleh VW rupanya turut memberikan efek domino pada pabrikan lain pada produsen mobil lain. Ini karena Volkswagen adalah perusahaan raksasa dan memiliki grup otomotif yang juga beranggotakan beberapa pabrikan kendaraan lain.
Untuk di negara-negara maju seperti di Benua Eropa, transmisi manual memang sudah tidak lagi digemari karena kurang praktis. Biasanya transmisi manual hanya digunakan pada segelintir kendaraan niaga atau tipe termurah.
Transmisi Manual Dinilai Tak Praktis
Cara kerja transmisi mobil manual mengharuskan semua tangan dari kaki hingga tangan bekerja secara bersama. Kaki kanan digunakan untuk menginjak rem dan juga gas sementara kaki kiri biasanya digunakan untuk menginjak pedal kopling.
Untuk mengoperasikan mobil manual, kaki kiri harus lincah memainkan pedal kopling saat pindah gigi atau start awal.
Untuk bisa menyetir mobil manual, pengemudi perlu memiliki keahlian tersendiri untuk dapat melakukan perpindahan gigi dengan tepat dan halus. Aspek kepraktisan dalam berkendara pun akan berkurang, karena kita perlu melakukan perpindahan gigi tiap akselerasi dan deselerasi.