Suara.com - Pernahkah Anda mendapati mobil mewah yang bisa beli bahan bakar subsidi? Atau pernahkah merasa kuota BBM bersubsidi Anda berkurang dengan sendirinya padahal Anda tidak sedang memakai?
Sempat bikin publik gusar di media sosial, akhirnya isu ini sampai ke telinga para pejabat.
Sebelum publik dibuat heboh dengan kabar kasus korupsi Pertamina yang taksiran kerugiannya mencapai hampir Rp 1 kuadriliun, rupanya DPR sempat memanggil pihak BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) terkait dugaan penyelewengan QR Code.
Buat yang belum tahu, QR Code ini diperlukan untuk pengguna kendaraan sebagai syarat untuk beli bahan bakar minyak bersubsidi, seperti Pertalite dan juga Solar.
Sehingga, secara teori, mobil-mobil mewah ini tak bisa memperoleh QR Code untuk beli bahan bakar subsidi.
![Konsumen menunjukkan QR Code saat pengisian BBM bersubsidi di SPBU. [Dokumentasi Pertamina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/11/91758-qr-code-bbm-subsidi-pertamina.jpg)
Namun faktanya, pihak-pihak yang seharusnya tak layak mendapat BBM subsidi ini malah tetap bisa memperoleh QR Code.
Bahkan ada juga yang satu kendaraan bisa mempunya beberapa QR Code sekaligus.
Hal tersebut dibahas dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama Komisi XII DPR RI.
"Di dapil saya, Lampung, itu banyak kejadian," kata Putri Zulkifli Hasan, dikutip dari TVR Parlemen (10/2/2025).
Baca Juga: Bukan Pertamina, Diduga Mobil Kepresidenan Prabowo Isi Bensin di SPBU Shell: Takut Ketipu..
"Contoh, satu sopir bisa punya 3-4 QR Code, bahkan ada yang menjual QR Code-nya, oknum SPBU-nya gitu," tanya Putri ke Erika Retnowati, Kepala BPH Migas.