Suara.com - Seleb TikTok Emil Mario ikut memberikan tanggapan terkait korupsi Pertamax yang ramai menjadi perbincangan publik. Yah, untuk diketahui
Kejaksaan Agung menetapkan tujuh tersangka terkait korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang minyak untuk periode 2018-2023.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan juga turut dijadikan tersangka terkait kasus ini, dan memantik kemarahan publik yang juga bisa ditemui di media sosial.
Pemilik nama lengkap Emil Mario Rossando Vandermolen tersebut mengunggah kekesalannya di Instagram @emilmari0. Dalam video yang ia buat di dalam mobil tersebut, terdapat tulisan yang diberikan Emil.
Baca Juga: Pertamina Dirujak: Segini Harga Bensin di Negeri Tetangga, Hampir 50 Persen Lebih Murah
"PERTAMAX PERTARUNGAN DIMULAI DEH YUK," tulisnya, dikutip Rabu (26/02/2025).
Di video, Emil juga melakukan gerakan seolah berteriak namun tak bersuara. Lalu setelah itu, ia menumpahkan kekesalannya.
"Monyet ya, gua kira selama ini gua keren beli Pertamax, gua dibego-begoin, gua ditolol-tololin, sakit hati monyet," sebutnya.
Emil dengan wajahnya yang masih kesal, menunjuk ke arah mobilnya dan mengkhawatirkan kondisi kendaraannya tersebut.
"Kalau mobil gua rusak gimana?! Mau gantiin gua Tesla?! Ternyata selama ini gua bayar lebih buat apa? Buat fast track! Mendingan gua fast track (di) Dufan, anjing!," tuturnya.
Baca Juga: Kapok Pakai Pertamax? SPBU Pesaing Pertamina Lagi Turun Harga, nih!
Emil meminta tersangka kasus korupsi Pertamax bisa mendapat hukuman yang lama. Ia membandingkan hal tersebut dengan fenomena pencurian di Sekolah Dasar (SD).
"Heh lo gak bisa, lo gak bisa yah, lo gak bisa dihukum (cuma) sebentar. Maling binder di SD aja habis (nyuri) dibully, (terus) keluar (dari) sekolah, lah elu?!," terangnya.
Emil mengaku, dirinya sakit hati lantaran sering membeli Pertamax namun setelah kasus korupsi ini terkuak, ternyata yang ia beli ialah Pertamax oplosan.
"Rp 193 triliun (yang dikorup)! Gua ama mobil gua ini udah berasa keren banget, monyet, isi Pertamax. 'Tenang yah, tenang, kamu gak bakal rusak kok, kamu kan pakainya Pertamax'. Tahu-tahu selama ini gua udah isinya Pertalite," katanya memperagakan percakapannya dengan mobilnya.
Menurut Emil, tersangka korupsi Pertamax ini membuatnya sakit hati. Ia menyebut kasus ini masalah tertinggi mengingat nominalnya juga besar.
"Ini kalau mobil gua tahu, (mobil ini) punya hati, lo habis!. Ini gua pribadi yah, gua pribadi gak pernah sesakit hati ini sama kasus korupsi. Gila deh, (kasus) ini udah langit ketujuh, sarjana iblis cumlaude!," bebernya.
Dalih Pertamina
Pertamina agaknya masih berjibaku untuk meraih kembali kepercayaan publik. Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso misalnya, menepis adanya tindak pencampuran bensin seperti yang banyak tergaungkan ke telinga masyarakat.
“Narasi oplosan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan kejaksaan,” katanya.
Fadjar memaparkan bahwa yang disorot oleh Kejaksaan Agung adalah skema pembelian RON 90 dan RON 92, bukan terkait adanya oplosan Pertalite menjadi Pertamax.
“Kami pastikan bahwa produk yang sampai ke masyarakat itu sesuai dengan speknya masing-masing,” ujarnya.
Berdasarkan penjelasan Fadjar, yang menjadi masalah adalah pembelian RON 90 yang diklaim sebagai RON 92. Namun yang beredar di masyarakat tetaplah RON 92 atau Pertamax dengan spesifikasi yang sudah sesuai.