Pertamina Diduga Lakukan Praktik Culas: 'Oplos' RON 90 Jadi Pertamax, Ini Bahayanya Buat Kendaraan

Selasa, 25 Februari 2025 | 14:14 WIB
Pertamina Diduga Lakukan Praktik Culas: 'Oplos' RON 90 Jadi Pertamax, Ini Bahayanya Buat Kendaraan
harga pertamax per 1 November 2023 (freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Baru-baru ini tersiar kabar dimana Pertamina Patra Niaga melakukan dugaan praktik penyimpangan dalam pengadaan BBM dengan cara mengoplos RON 90 yang biasa dijumpai di Pertalite menjadi Pertamax.

Drama ini terkuak ketika Kejaksaan Agung mengendus aroma tidak sedap dari praktik jual-beli BBM. Sang tokoh utama, sebut saja RS, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, kini harus berhadapan dengan hukum.

Modusnya? Sederhana tapi mencengangkan: membeli Pertalite, "mendandaninya" menjadi Pertamax, lalu menjualnya dengan harga premium. Sebuah sulap yang sayangnya bisa berakhir tragis.

Ibarat memberikan kopi sachet yang dicampur air, lalu dijual sebagai kopi spesial, praktik ini tidak hanya menipu dompet, tapi juga mengancam "nyawa" kendaraan.

Lalu apa saja ancaman yang terjadi pada kendaraan andai kasus ini tidak terungkap secepatnya? Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi pada kendaraan dilansir dari berbagai sumber.

Ilustrasi BBM, kenaikan Pertamax (Freepik)
Ilustrasi BBM, kenaikan Pertamax (Freepik)

1. Mesin Menggelitik

Tanda pertama datang lewat suara "ngelitik" - seolah mesin kendaraan sedang berbisik meminta pertolongan.

Ini bukan sekadar masalah bunyi, tapi jeritan mesin yang dipaksa membakar bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasinya. Bayangkan atlet maraton dipaksa berlari dengan sepatu yang kebesaran, pasti tidak nyaman dan berpotensi cedera.

2. Busi Sering Ganti

Baca Juga: Rahasia di Balik Performa Maksimal Kendaraan, Memilih Bahan Bakar yang Tepat

Busi, sang pemantik kehidupan mesin, juga ikut menjadi korban. Normalnya bisa bertahan sampai 40.000 kilometer, kini bisa "pensiun dini" di angka 20.000 kilometer. Seolah umurnya dipangkas paksa karena harus bekerja ekstra keras membakar BBM yang tidak sesuai standar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI