Prabowo Bikin Jusuf Hamka Syok saat Salaman di Depan Maung Garuda, Ini Sebabnya

Sabtu, 14 Desember 2024 | 16:00 WIB
Prabowo Bikin Jusuf Hamka Syok saat Salaman di Depan Maung Garuda, Ini Sebabnya
Prabowo Subianto saat bersalaman dengan Jusuf Hamka (X)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Momen-momen kecil yang menjadi sorotan seringkali hadir dalam pertemuan yang tak terduga. Hal ini terbukti dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan pengusaha senior Jusuf Hamka, yang lebih dikenal dengan panggilan Babah Alun, pada acara peresmian Terowongan Silaturahim.

Hal ini terkuak dalam sebuah unggahan akun X Ndons_Back. Dalam unggahan tersebut, terlihat Prabowo menunjukkan gestur tak terduga saat diajak bersalaman dengan Babah Alun.

Di ujung barisan tamu undangan, Jusuf Hamka telah menanti dengan sabar kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Tiba saatnya Babah Alun mendapatkan kesempatan bersalaman dengan orang nomor satu RI tersebut.

Jusuf Hamka bersalaman dan ingin mencium tangan Prabowo. Tiba-tiba, Presiden RI tersebut menarik tangannya ketika hendak dicium.

Bukan untuk menolak, Prabowo melakukan gestur tersebut karena menghormati Babah Alun yang sudah lama dikenalnya sebelum menjabat sebagai Presiden RI.

"Ini saya kenal baik," ucap Prabowo dengan nada hangat yang mengejutkan hadirin di sekitar Maung Garuda warna putih.

Pengakuan spontan ini menghadirkan senyum lebar di wajah Babah Alun, menggambarkan ketulusan hubungan yang telah terjalin sejak lama.

Dalam tradisi Indonesia, mencium tangan seseorang yang dihormati merupakan bentuk penghormatan tertinggi.

Ketika Jusuf Hamka berusaha mencium tangan Prabowo, sang Presiden dengan sigap menarik tangannya - sebuah gestur yang menunjukkan kerendahan hati seorang pemimpin.

Baca Juga: Duel Kendaraan Tangguh Pindad Maung Garuda vs SsangYong Rexton D-Cab, Karya Anak Bangsa vs Mobil Korea

Tindakan ini bukan hanya mencerminkan pribadi Prabowo, tetapi juga memberikan teladan tentang bagaimana kekuasaan tidak seharusnya mengubah esensi kemanusiaan seseorang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI