Suara.com - Meski aturan dari menteri terkait pembatasan Pertalite belum juga muncul batang hidungnya, namun faktanya pembatasan si bensin hijau ini sudah dimulai di sejumlah tempat.
Padahal, pembatasan ini sempat menuai pro dan kontra, khususnya di kalangan pengguna mobil yang masuk kriteria (under 1.400cc) namun tak lolos subsidi dari My Pertamina.
Rupanya tak cuma Indonesia, negeri tetangga, Malaysia juga turut mewacanakan skema subsidi bahan bakar yang baru. Hanya saja, skemanya lebih masuk akal dan adil.
Menurut laporan Autobuzz Malaysia, Pemerintah Malaysia telah mengumumkan rencana untuk menerapkan skema subsidi yang lebih tertarget untuk bensin RON 95 mulai pertengahan tahun 2025.
Skema ini akan menggunakan sistem dua tingkatan, di mana hanya kelompok masyarakat tertentu yang akan dikenakan harga pasar untuk bensin RON 95, sementara kelompok lainnya tetap menikmati subsidi.
Kelompok masyarakat yang akan dikenakan harga pasar untuk bensin RON 95 disebut sebagai "T15". Pemerintah sedang menyusun kriteria untuk menentukan siapa yang termasuk dalam kategori T15.
Selain pendapatan rumah tangga, faktor-faktor lain seperti kekayaan bersih dan gaya hidup juga akan dipertimbangkan.
Mekanisme Subsidi
![Pengendara melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina, Jakarta, Selasa (10/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/09/10/33126-bbm-subsidi-pertalite-pertamina-spbu.jpg)
Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, menyatakan bahwa pemerintah sedang menyempurnakan mekanisme penyaluran subsidi untuk memastikan bahwa subsidi tersebut hanya diberikan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Baca Juga: Viral Pria Ngamuk Acungkan Parang Gegara Ditolak Isi Pertalite
Basis data PADU kemungkinan akan digunakan untuk menentukan kelayakan seseorang menerima subsidi. Sementara itu, untuk subsidi diesel, pemerintah telah menggunakan dua program yang berbeda, yaitu SKDS 2.0 untuk perusahaan dan BUDI Madani untuk petani kecil.