Sopir Truk jadi Elemen Paling Penting, Perhatikan Tips Keselamatan Berkendara

Jum'at, 27 September 2024 | 15:08 WIB
Sopir Truk jadi Elemen Paling Penting, Perhatikan Tips Keselamatan Berkendara
(Dok: Mitsubishi Fuso)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dalam industri transportasi, sopir truk bukan hanya berperan sebagai pengantar barang, tetapi juga penjaga rantai pasokan yang vital dan menjadi ujung tombak dalam kelancaran distribusi.

Pekerjaan ini dihadapkan berbagai tantangan yang membutuhkan tenaga, mental serta fisik yang prima demi keselamatan berkendara, terutama jika membawa muatan berat dan menempuh jarak yang panjang.

Tak hanya harus menjaga agar muatan sampai tepat waktu, mereka pun dihadapkan berbagai kondisi medan jalan, cuaca yang sering kali berubah-ubah, serta potensi kerusakan tiba-tiba pada kendaraan yang menjadikan mereka harus siap menghadapi kondisi apapun di tengah perjalanan.

Menyadari pentingnya peran sang sopir sebagai salah satu pahlawan distribusi dan logistik, Mitsubishi FUSO mendukung keselamatan sopir truk dengan berbagi tips berkendara yang dapat membantu mereka tetap waspada dan terhindar dari kelelahan di jalan.

1.       Periksa Kelayakan Truk dan Kondisi Mesin Sebelum Perjalanan

Sebelum memulai perjalanan, pastikan truk dalam kondisi baik. Pengemudi wajib melakukan pemeriksaan rutin sebelum perjalanan, terutama pada bagian mesin, rem, lampu, serta ban untuk mencegah masalah teknis di tengah perjalanan dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Pengemudi juga perlu melakukan servis berkala sesuai jadwal di dealer resmi Mitsubishi Fuso. Di luar jam operasional, Mitsubishi Fuso juga menyediakan Bengkel Siaga 24 Jam yang tersebar di 17 titik di Indonesia.

2.       Hindari Muatan Berlebihan

Memuat barang melebihi volume kapasitas truk dapat mempengaruhi stabilitas kendaraan dan sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan, sehingga patut dihindari demi keselamatan bersama. Muatan berlebihan juga akan memperpanjang jarak pengereman, sehingga sangat berbahaya terutama dalam situasi darurat.

3.       Istirahat Secukupnya Ketika Lelah

Baca Juga: Strategi Airbus: Bisakah Selamatkan Industri Otomotif Eropa dari China?

Kelelahan adalah tantangan terbesar bagi para sopir. Sangat tidak disarankan jika sopir memaksakan diri untuk terus mengemudi saat tubuh mulai lelah atau mengantuk. Para sopir disarankan untuk beristirahat setiap 3-4 jam perjalanan untuk mengembalikan fokus dan stamina agar berkendara bisa lebih optimal.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI