Insentif Mobil Hybrid Disebut Hambat Mobil Listrik, Faktanya Memang Lebih Diminati

Jum'at, 10 Mei 2024 | 18:15 WIB
Insentif Mobil Hybrid Disebut Hambat Mobil Listrik, Faktanya Memang Lebih Diminati
Logo Suzuki. (Foto: Suzuki)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai insentif mobil hybrid dari peemerintah tidak akan mengganggu segmen mobil listrik.

Pasalnya menurut Harold Donnel selaku Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS, karakter konsumen itu sudah tidak lagi membeli mobil berdasarkan segmen. Tapi segmen itu hanya menjadi filter awal sebelum mereka membeli.

"Kalau sekarang kebutuhan filtering untuk segmen itu hanya di awal aja. Tapi setelah selesai filtering itu kembali lagi ke price market," ujar Harold saat berbincang dengan Suara.com, Jumat (10/5/2024).

Pantes Ria Ricis Gampang Transfer Rp500 Juta ke Teuku Ryan, Ternyata Koleksi Mobil Mewah Ratusan Juta

Lebih lanjut, dikatakan Harold, insentif mobil hybrid berfungsi untuk merasionalisasi harga agar tidak terlalu mahal. Ketika kendaraan listrik itu dikasih insentif, maka harga bisa jadi lebih murah.

Berarti dia akan masuk ke kantong harga kendaraan-kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau ICE.

"Tapi ketika hybrid dikasih insentif maka jaraknya akan jadi lebih pendek atau merenggang lagi," ungkap Harold.

Lebih jauh, Harold memberi contoh, semisal mobil hybrid dan mobil istrik saat ini rentang harganya cuma Rp20 juta.
"Tapi ketika hybrid dikasih insentif jadi akan renggang lagi. Mungkin disitulah kenapa mungkin muncul statement tersebut," jelasnya.

Bos Toyota Pastikan Tetap Produksi Mesin Pembakaran Internal di Tengah Era Elektrifikasi

Baca Juga: Ekspansi BYD Dikabaran Temui Masalah Setelah Putus Kerjasama dengan Mitra Lokal

"Kalau dari posisi Suzuki sendiri apapun yang diputuskan pemerintah kita akan tetap support. Tidak ada ataupun ada insentif hybrid, kami akan tetap mengikuti aturan tersebut," pungkas Harold.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI