Suara.com - Daihatsu mengatakan akan kembali mengembangkan mobil-mobil baru pada akhir tahun ini setelah anak usaha Toyota itu diterpa skandal uji keselamatan.
Presiden Daihatsu Masahiro Inoue mengatakan bahwa pihaknya akan menyasar pasar mobil di Amerika Selatan dan Afrika untuk mendorong penjualan yang turun akibat skandal tersebut.
Baca juga: Daftar Mobil Buatan Indonesia yang Terdampak Skandal Daihatsu, Ada Xenia dan Avanza
Pada tahun lalu Daihatsu mengakui telah memanipulasi hasil tes keselamatan pada 88.000 mobil produksinya - yang sebagian besar dipasarkan dengan merek Toyota.
Akibat skandal itu, pemerintah Jepang sempat melarang penjualan sejumlah mobil Daihatsu dan Toyota. Kebijakan itu juga berdampak ke negara lain, termasuk di Indonesia.
Kini hampir semua model mobil buatan Daihatsu sudah memenuhi standar keselamatan domestik Jepang dan pada 12 April lalu perusahaan mengumumkan bahwa semua pabrik Daihatsu akan beroperasi kembali pada Mei mendatang.
"Setelah kami melakukan semua langkah untuk mencegah terjadinya masalah sertifikasi, maka kami ingin melangkah maju kembali pada akhir tahun ini," kata Inoue soal rencana pengembangan kendaraan Daihatsu.
"Amerika Selatan dan Afrika adalah pasar-pasar yang akan jadi fokus dalam 10 tahun ke depan," lanjut dia.
![Daihatsu Xenia Sport JDM di GIIAS 2022 [PT ADM].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/08/19/94914-daihatsu-xenia-sport-pt-adm-suaradotcom-02.jpg)
Baca Juga: Intip Isi Garasi Gibran Wapres Terpilih 2024, Keberadaan Alphard buat Jan Ethes Jadi Omongan
Daihatsu pada Desember 2023 lalu mengumumkan menghentikan pengiriman mobil-mobilnya di seluruh dunia imbas skandal kecurangan tes keselamatan yang terungkap dalam sebuah investigasi yang digelar tim independen di Jepang.