Suara.com - Musim mudik selalu menjadi momen yang dinantikan, tetapi apa yang terjadi jika rute yang diambil tergenang banjir?
Bagi para penggemar otomotif yang berencana mudik dengan sepeda motor, pertanyaan tersebut mungkin menghantui pikiran mereka.
Mari kita telusuri risiko dan pertimbangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melintasi genangan air dengan sepeda motor.
![Anggota Satlantas Polrestabes Semarang membantu seorang pengendara sepeda motor yang terjebak banjir di sekitar Jalan Kaligawe Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2024). [ANTARA/I.C. Senjaya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/06/52535-banjir-semarang.jpg)
Dampak Kerusakan Mesin
Banjir bukan hanya mengancam jalanan, tetapi juga bisa merusak mesin sepeda motor. Air yang masuk ke dalam ruang mesin dapat merusak komponen vital seperti saringan udara dan filter oli, bahkan menyebabkan kerusakan pada bagian dalam mesin seperti piston dan silinder.
Potensi Kerugian Finansial
Selain merusak mesin, terobosan banjir dengan sepeda motor juga bisa mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Biaya perbaikan yang tinggi dan dampak jangka panjang pada nilai kendaraan bisa menjadi konsekuensi yang mahal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Jika setelah melintasi banjir, terjadi penurunan performa atau suara mesin yang tidak normal, ini bisa menjadi gejala awal kerusakan. Mengenali gejala ini secara dini dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih serius.
Baca Juga: Curhatan Pemudik di Pelabuhan Ciwandan, Tetap Mudik Meski 'Takut Ditanya Kapan Nikah'
Dampak pada Sistem Kelistrikan