Setelah Amerika Serikat Curigai EV Tiongkok, Giliran Agen Rahasia Inggris Berikan Imbauan Soal Ini

Jum'at, 22 Maret 2024 | 23:43 WIB
Setelah Amerika Serikat Curigai EV Tiongkok, Giliran Agen Rahasia Inggris Berikan Imbauan Soal Ini
BYD Seal [BYD India via ANTARA].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan pada bulan lalu bakal mengambil tindakan terhadap produsen mobil Tiongkok. Isinya mencegah mobil listrik atau Electric Vehicle made-in China dijual di negara itu karena risiko keamanan. Yaitu penyadapan data.

Dikutip dari Mail Online, saat ini terdapat 2,4 juta kendaraan listrik yang terdaftar di Amerika Serikat, dan Joe Biden memperingatkan jika Tiongkok dibiarkan membanjiri pasar EV negerinya, produsen mobil dapat dengan mudah melacak data konsumen saat mobil terus-menerus terhubung ke ponsel dan sistem navigasi atau satnav.

Presiden Amerika Serikat ke-46 itu menyamakan EV sebagai smartphone pintar yang memiliki roda, serta menyebutkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat kini sedang menyelidiki potensi dampak terhadap keamanan nasional dengan kemungkinan larangan kendaraan Tiongkok memasuki pasar Amerika di masa depan.

Elon Musk Tesla [Foto: ANTARA]
Elon Musk saat peresmian Tesla Gigafactory di Jerman  [ANTARA]

Sementara itu, Wang Wen Bin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah memberikan sanggahan beberapa saat lalu, serta menyebutkan ketakutan Amerika Serikat berlebihan. Menurutnya, di masa EV setiap negara dan pabrikan saling bergantung satu sama lain.

Ia juga menambahkan bahwa penjualan mobil listrik buatan pabrikan Tiongkok meningkat dan Beijing berencana memperluas penjualan EV ke Eropa.

Profesor Jim Saker, Motor Industry President menyatakan kepada anggota parlemen Pemerintahan Inggris bahwa kendaraan listrik yang membanjiri Britania Raya bisa menjadi Kuda Troya paling efektif yang dimiliki Partai Komunis Tiongkok.

Kuda Troya sendiri adalah  patung kuda besar yang dibuat orang-orang Yunani  untuk memperdaya Turki.

Ia menambahkan bahwa pernyataannya itu telah dituliskan dalam bentuk sebuah laporan yang diserahkan kepada komite Strategi Keamanan Nasional Parlemen, serta diharapkan bisa mengkaji ancaman terhadap keamanan ekonomi Britania Raya.

Sebagai Direktur Pusat Manajemen Otomotif di Universitas Loughborough, Inggris, Profesor Jim Saker memperingatkan bahwa mobil listrik buatan Tiongkok dapat memberikan mata-mata kepada akses mega data, serta data pribadi.

Baca Juga: 25 Titik SPKLU Dukung Pengguna EV Mudik Lebaran 2024

"Kami tahu bahwa saat ini kendaraan yang terhubung dapat dihentikan dari jarak jauh," demikian pandangannya sebagaimana ditulis di harian The Times.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI