Suara.com - Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemkot Makassar 2024 salah satunya menggagas Low Carbon City dengan Metaverse. Inilah isu sentral yang dibahas bersama dalam rapat koordinasi. Termasuk pengadaan Electric Vehicle (EV).
Bahkan menghadirkan enam pembicara internasional dari lima negara secara virtual, termasuk juga ahli karbon rendah Indonesia Rima Ginanjar.
Dikutip dari kantor berita Antara, Electric Vehicle atau EV dalam wujud kendaraan umum adalah salah satu hal yang disasar.
![Foto udara pembangunan proyek Jalan Tol Makassar New Port di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/1/2023) [SuaraSulsel.id/Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/31/89519-jalan-tol-makassar-new-port.jpg)
"Kami punya visi kota dunia, kalau bicara kota dunia berarti harus punya komitmen yang mendunia. Salah satu komitmen dunia sekarang musuh bersama adalah emisi karbon," jelas Moh Ramdhan Pomanto, WaliKota Makassar di Makassar (26/2/2024) yang akrab disapa Danny Pomanto.
Saat ini emisi karbon semakin hari makin tidak bisa dikendalikan, sehingga menjadi tantangan dunia.
“Pemerintah pusat sudah mencanangkan program karbon rendah, sehingga pihak kami di daerah mendukung penuh langkah ini dengan mulai mengadakan puluhan hingga ratusan kendaraan listrik,” ungkap Danny Pomanto.
Ada pun langkah yang dilakukan kini adalah:
Pemkot Makassar saat ini mulai menggunakan kendaraan listrik, baik untuk kendaraan pribadi Organisasi Perangkat Daerah atau OPD hingga moda transportasi publik di lorong-lorong, yaitu Co'mo.
Kedua, pemerintah kota sudah melakukan uji coba memasang pembangkit listrik tenaga surya di sekolah.
Baca Juga: Kendaraan Listrik: Harapan Baru untuk Masa Depan yang Berkelanjutan
Pemasangan pembangkit di sekolah, puskesmas, dan gedung pemerintahan menjadi penting mengingat banyak alat elektronik yang bergantung kepada listrik.