Suara.com - Berkendara naik sepeda motor, apalagi untuk aktivitas sehari-hari memiliki sederet konsekuensi. Yaitu bertemu dengan berbagai jenis tunggangan roda dua, roda empat, bahkan lebih. Dengan perilaku mengemudi yang berbeda pula.
Kegiatan ini membutuhkan konsentrasi dan fokus selain teknik mengemudi yang memadai atau bagus. Bisa saja terjadi road rage atau situasi memantik emosi selagi di jalan. Antara lain berebut lajur, pindah jalur secara ceroboh, dan sebagainya.
Untuk itu dibutuhkan teknik berkendara sepeda motor dengan konsep defensive riding.
Dikutip dari rilis resmi PT Wahana Makmur Sejati, main dealer sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang, sebagaimana diterima Suara.com, dengan penerapan konsep ini maka risiko fatal naik motor bisa dihindari.
Pesan inti dari defensive riding adalah mengalah untuk menang. Sangat mungkin diterapkan untuk #Cari_Aman saat berkendara di jalan.
![Spion menjadi komponen wajib ada di kendaraan termasuk roda dua, juga termasuk dalam konsep safety riding. Yaitu sebagai pemandu keselamatan berkendara [PT Wahana Makmur Sehati].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/16/71096-safety-riding-honda-02-pt-wms-suaradotcom.jpg)
"Defensive riding adalah teknik berkendara dengan mengendalikan sepeda motor agar terhindar dari risiko fatal, seperti kecelakaan," jelas Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS).
Setidaknya ada empat poin dasar yang menjadi acuan bagi para pengendara untuk menerapkan defensive riding di perjalanan.
"Keempat poin dasar itu adalah: kewaspadaan, kesadaran, sikap, dan antisipasi saat berkendara," ungkapnya memberikan detail hal yang perlu dipahami dan diterapkan dalam mengemudikan sepeda motor di jalan raya.
Pengendara yang menerapkan defensive riding memiliki sederet keuntungan. Salah satunya: pengendara selalu ingat adanya bahaya di jalan.
Baca Juga: Meriahkan Pemilu 2024, Resto Ayam Khas Korea Selatan Ini Beri Diskon 15 Persen
"Pengendara juga akan selalu bersiap untuk mengambil tindakan pencegahan dan meminimalkan kemungkinan kecelakaan di tengah lalu lintas yang seringkali semrawut serta disiplin pengendara lain yang masih minim," tandas Agus Sani.