“Proving ground ini juga dibutuhkan untuk kendaraan yang akan diekspor. Agen Pemegang Merek atau APM membutuhkan secara berkala. Untuk itu juga dibutuhkan peran APM atau produsen kendaraan bermotor atau pihak swasta,” tambah Danto Restyawan.
Dengan demikian industri otomotif di dalam negeri bakal semakin kompetitif. Sekaligus mampu bersaing di pasar global.
Kelengkapan safety di kendaraan, aplikasi teknologi seperti GPS dan detektor perilaku pramudi, pengujian produk kendaraan serta dukungan safety driving dari para pengguna kendaraan komersial inilah yang memiliki kemampuan menekan angka kecelakaan lalu-lintas.
Selain itu, ada hal non-teknis yang perlu diterapkan
“Antara lain untuk bus jarak jauh harus ada sopir cadangan. Juga dibuatkan peraturan gaji minimal pramudi, yang mampu membuat pekerja selalu fokus kepada pekerjaannya,” imbau Danto Restyawan.
GIICOMVEC bakal dipentaskan di Jakarta Convention Centre (JCC) pada 7-10 Maret 2024, antara lain menampilkan brand Daihatsu, Foton, Hino, Isuzu, Mercedes-Benz Truck & Bus, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Scania, Suzuki, Toyota, UD Trucks, VKTR, serta Wuling. Juga sederer industri karoseri Indonesia dan industri pendukung lainnya.