Tabrani menyambut baik adanya pendidikan lalu lintas yang masuk dalam kurikulum yang diajarkan di sekolah.
"Diharapkan semua pelajar bisa mematuhi peraturan dan prosedur lalu lintas dalam berkendara," tandasnya.
Saat ini kecelakaan lalu lintas di Banten kebanyakan berasal dari masyarakat usia remaja. Data menyebutkan terjadi peningkatan kecelakaan di Banten sebanyak 1.508 kecelakaan pada 2022, kemudian meningkat 1.643 pada 2023.
Di antara kecelakaan itu, terdapat korban dari pelajar dan mahasiswa sebanyak 612 orang pada 2022, naik menjadi 627 orang pada 2023.
Dengan adanya model integrasi pendidikan lalu lintas yang digarap lintas lembaga ini bisa menekan angka kecelakaan yang tinggi setiap tahun.
Tabrani menambahkan bahwa pendidikan lalu lintas yang masuk dalam kurikulum nasional pendidikan dasar, menengah, dan atas bisa menciptakan tertib berlalu lintas masa depan dan berhasil mencegah pelajar menjadi korban sekaligus tersangka dari kasus kecelakaan.
Selain itu, dia berharap pendidikan lalu lintas bisa mengembangkan awareness dari generasi muda untuk tertib lalu lintas, mengetahui arti rambu-rambu jalan, dan paham cara berkendara yang baik.
"Tidak hanya itu, orang tua juga memberikan pemahaman yang baik kepada anak dalam berkendaraan," tutup Tabrani.
Baca Juga: Jadwal Balap WorldSBK 2024 Tanpa Mandalika