Suara.com - Apri Susanto adalah seorang anggota komunitas motor CBR Owner (CROW) Tangerang. Untuk kesehariannya ia menunggang Honda CBR250RR.
"Situasional, terkadang dipakai juga untuk harian ke kantor PP (Pamulang-Mega Kuningan-Pamulang)," jelasnya.
Untuk pemakaian sehari-hari di jalanan kota besar, Ia puas dengan performa sepeda motor Honda CBR250RR.
"Sangat mengesankan karena handling sangat asyik di kala menyusuri kemacetan di jalan ibu kota. Tenaga dan torsinya juga memumpuni. Tambah lagi, posisi ridingnya, nyaman sehingga tidak membuat pinggang encok," tambahnya.
"Biasanya saat kondisi jalan agak macet, saya mengganti posisi riding ke mode Comfort supaya mesin tidak mudah panas. Kalau kondisi sudah mulai lengang, saya ganti lagi ke mode Sport. Tapi, kalau butuh akselerasi lebih, pindah lagi ke mode Sport+," kata Apri Susanto.
![Pemakaian Honda CBR250RR untuk harian, anti pegal encok karena posisi riding nyaman [Wahana Honda].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/14/13464-honda-cbr250rr-wahana-honda-02-suaradotcom.jpg)
"Untuk jalan hujan dan licin, sebaiknya gunakan mode Comfort untuk menghindari ban selip," timpal Thomas, Ketua CROW Tangerang.
Kisah Apri dan Thomas ini memberikan wacana bahwa sebuah motor sport identik dengan lajunya yang kencang.
Akan tetapi Honda CBR250 juga mumpuni untuk dipakai aktivitas harian tanpa melulu memikirkan konsumsi bahan bakarnya yang lebih cepat habis dibandingkan motor tipe bebek atau skutik.
Memangnya bisa begitu? Mari tanyakan kepada salah satu pakarnya, Benedictus F. Maharanto, Head of Technical Service Department PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang.
Baca Juga: Gelar Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2024, PT WMS Persiapkan Wakil Tingkat Nasional
Benedictus F. Maharanto mengungkapkan bahwa Honda CBR250RR juga cocok untuk penggunaan harian. Pasalnya memiliki tiga mode pengoperasian kendaraan. Yaitu Ketiga mode itu adalah Comfort, Sport, dan Sport Plus (+).