Suara.com - JR-Rovation atau Jasa Raharja Road Safety Innovation adalah kompetisi untuk mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi se-Indonesia yang digelar dengan dua kategori tema. Yaitu:
Kategori pertama, sains yang berkeselamatan, yakni inovasi alat keselamatan berkendara yang nantinya didemonstrasikan dan bisa digunakan oleh masyarakat luas dengan tujuan meminimalisir risiko dan dampak kecelakaan lalu lintas.
Kategori kedua, sosial yang berkeselamatan, yaitu pelaksanaan program, gerakan, atau kegiatan yang bersifat sosial (pelibatan komunitas) dan masif serta berdampak pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
Dikutip dari kantor berita Antara, Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Munadi Herlambang menyampaikan bahwa ajang JR-Rovation telah berhasil memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Tanah Air.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa bisa menyampaikan karya-karya terbaik mereka, yang nantinya tidak menutup kemungkinan untuk dipergunakan sebagai alat pendukung instansi berwenang dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas," jelas Munadi Herlambang di Jakarta, Jumat (2/12/2022).
Ia mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia sebagian besar terjadi dengan korban usia produktif, yaitu 15-24 tahun.
Hal ini menjadi salah satu alasan yang melandasi Jasa Raharja untuk menginisiasi sebuah program kompetisi ide inovasi, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sebagai apresiasi, Jasa Raharja memberikan hadiah kepada juara satu sampai juara ketiga di masing-masing kategori. Untuk juara pertama, mendapatkan hadiah sebesar Rp 70 juta, juara kedua Rp 50 juta, dan juara ketiga Rp 30 juta.
"Harapannya, dari ajang ini akan mendapatkan karya-karya terbaik, baik itu alat, sistem, atau gagasan-gagasan lain yang berdampak pada keselamatan berlalu lintas," jelas Munadi Herlambang.
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Jasa Asuransi dan Dana Pensiun Kementerian BUMN, Anindita Eka Wibisono menyampaikan bahwa mahasiswa berperan penting untuk mewujudkan penurunan tingkat kecelakaan lalu lintas yang mayoritasnya melibatkan usia produktif.