"Misal ada suport lebih dari UGM atau dari manapun untuk mengembangkan kendaraan yang riil dengan tujuan komersial, saya yakin mahasiswa UGM akan siap," tandas Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah.
Sementara itu, anggota tim Nazril Nasrudin (20) menambahkan selain irit dan ringan, Semar Proto juga dilengkapi teknologi telemetri yang mampu mengukur data energi, kecepatan, serta posisi yang dibutuhkan kendaraan saat melaju.
"Semua data dikirim ke stasiun pusat tepat tim kemudian dikirim kembali ke driver untuk menjadi strategi dalam perlombaan," jelas Nazril Nasrudin.
Selain Semar Proto, tim Semar UGM juga mengembangkan mobil canggih lain berbahan bakar gasoline, dan diesel. Beragam tunggangan purwarupa besutan tim Semar UGM ini sudah memperoleh penghargaan dari berbagai kompetisi bergengsi mobil hemat energi di tingkat nasional serta internasional.