Dukung Industri Kecil dan Menengah Sektor Otomotif, Menperin Ajak Kadin serta PT Astra International Tbk

Rabu, 02 November 2022 | 10:44 WIB
Dukung Industri Kecil dan Menengah Sektor Otomotif, Menperin Ajak Kadin serta PT Astra International Tbk
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid saat menandatangani MoU di Jakarta, Selasa (1/11/2022) [ANTARA/Ade Irma Junida].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dalam acara "Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Supplier APM" di Jakarta, Selasa (1/11/2022), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT Astra International Tbk mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) masuk rantai pasok komponen otomotif.

Dikutip dari kantor berita Antara, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan acara temu bisnis (business matching) ini diharapkan bisa memberikan semangat kolaborasi dan sinergi untuk memacu peran IKM masuk industri otomotif.

"Kolaborasi antara Kemenperin, Kadin dan Astra bisa menghasilkan transaksi untuk IKM sebesar Rp 100 miliar, minimal hari ini. Tentu ini adalah sebuah achievement serta optimisme," jelas Agus Gumiwang Kartasasmita.

Suku cadang otomotif, ilustrasi [Shutterstock].
Suku cadang otomotif, ilustrasi komponen hasil IKM [Shutterstock].

Ia menilai, dengan menciptakan pasar domestik dari industri otomotif dalam negeri, IKM di sektor ini akan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

"Business matching penting karena banyak industri besar yang besar belum mengetahui kekuatan dari industri kecil. Masih belum mengetahui bahwa bagian suplainya bisa didapatkan di Indonesia," jelas Menperin.

Di sisi lain, peran IKM industri otomotif itu juga turut mendorong peningkatan serapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), karena industri otomotif merupakan industri terdepan dalam menciptakan konten lokal yang tinggi, dengan rata-rata konten lokal mencapai 60-70 persen.

"Program business matching ini tidak hanya dilakukan di sektor otomotif, tapi sektor lain juga. Kami akan koordinasi dan kerja sama dengan Kadin di luar sektor otomotif. Ini jadi upaya kita agar tidak bergantung dari rantai pasok negara lain," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan pendampingan yang dilakukan organisasi ini adalah bagian dari program link and match.

Baca Juga: 5 Kabar Seru Oto: Kapal Perang Kirim Mobil Listrik KTT G20, Anya Geraldine Tampil Wow, Cat Baru Yamaha All-New Aerox 155

"Pada hari ini kurang lebih Rp 100 miliar dalam bentuk kredit yang diberikan," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI