Suara.com - Sportivitas, mentalitas, balap Formula 1, F1, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, RKG 5000, motor listrik, GESITS, desain, spesifikasi, BMW CE 04, Isuzu, eco driving, cara mengemudi, tips hemat BBM, dan skuter elektrik menjadi highlights dari lima artikel rekomendasi kanal otomotif Suara.com di akhir pekan ini.
Cara mengemudikan kendaraan turut menjadi faktor penentu pemakaian Bahan Bakar Minyak atau BBM. Bila membawa mobil dengan "geradakan" atau tidak konstan, mesin bakal menenggak BBM lebih banyak. Demikian pula dalam kondisi idling stop.
Isuzu Indonesia berbagi tips cara mengemudikan eco driving yang diterapkan pada kendaraan-kendaraan komersialnya seperti Isuzu Elf dan Isuzu Traga.
Akan tetapi, tips ini berlaku universal. Juga bisa diterapkan untuk pengemudi mobil pribadi atau passenger cars.
Masih seputar roda dua, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbagi lebih detail seputar motor listrik prototipe RKG 5000 hasil sketsanya. Bergaya bobber, ada pengecualian buat daya tampung kendaraan. Sementara itu, konsep klasik elektrik membuat tunggangannya tampak beda.
Simak gambar-gambar awal torehan Kang Emil, sapaan akrabnya, sebelum GESITS menuangkannya dalam bentuk prototipe atau purwarupa.
Terus berlanjut ke mass production motor listrik, MBW Motorrad Indonesia yang menjadi Agen Pemegang Merek atau APM motor BMW baru saja meluncurkan BMW CE 04. Yaitu skuter listrik matik bergaya futuristik.
Dan sebagai penutup adalah wacana untuk mengingat kembali tentang nilai-nilai sportivitas. Dipetik dari pentas balap single seater paling kondang di dunia, yaitu Formula 1 atau F1.
Sebagai bagian dari olah raga sport otomotif, balap F1 memiliki sederet rules, peraturan, kebijakan, dan sanksi hukuman. Inilah bagian dari olah raga secara luas, cara memaknai sportivitas, menerima kemenangan dan kekalahan secara wajar, serta mengupayakan segala ide, kreasi, serta pelaksanaan tim dalam balapan sesuai yang ditetapkan, tidak berlaku curang.
Baca Juga: Ada Kendala Braket, Skuter Listrik BMW CE 04 di Eropa Akan Peroleh Perbaikan
Itu sebabnya, ganjaran berat mesti diberikan kepada tim yang tidak mematuhi regulasi atau ketetapan yang telah disepakati dan ditandatangani bersama. Termasuk bidang anggaran setiap tim. Hal ini tentu bisa ditarik di kehidupan nyata, baik dalam keseharian, ataupun diaplikasikan untuk olah raga lainnya. Yaitu menjunjung sportivitas.