Dari TIIMM Bali: Indonesia dan Afrika Selatan Jajaki Perjanjian Dagang Energi, Pertambangan serta Otomotif

Senin, 26 September 2022 | 07:00 WIB
Dari TIIMM Bali: Indonesia dan Afrika Selatan Jajaki Perjanjian Dagang Energi, Pertambangan serta Otomotif
PT Astra Otoparts Tbk memamerkan dua unit charging machine yang digunakan sebagai jaringan pengisian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Astra Otopower dengan tipe Wall Mount dan Fast Charge dalam acara Trade, Industry, and Investment atau TII G20 Exposition di Bali [Grup Astra].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Trade, Industry, and Investment Ministerial Meeting (TIIMM) dalam rangkaian agenda Presidensi G20 Indonesia berlangsung di Bali pekan lalu.

Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi Menteri Perindustrian RI pada Minggu (25/9/2022), dalam TIIMM Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Minister of Trade, Industry and Competition Afrika Selatan Ebrahim Patel.

Dalam pertemuan itu, Indonesia menyampaikan bahwa transisi energi menuju kondisi rendah karbon adalah aspek penting. Tujuannya untuk mencapai ketahanan iklim yang mendukung lingkungan hidup dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Indonesia dan Afrika Selatan sama-sama kaya akan produk mineral dan logam mulia.

"Kami mencoba untuk secara moderat menerapkan kontrol terhadap ekspor, terutama ekspor bahan baku, dengan harapan dapat mendorong hilirisasi produk mineral tersebut menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi," jelas Menperin.

Melalui kebijakan hilirisasi nikel misalnya, telah berhasil mendorong tumbuhnya smelter berbasis nikel, yang menghasilkan produk NPI/FeNi sehingga meningkatkan kapasitas dalam pengembangan industri stainless steel.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pengolahan bijih nikel (nickel ore) di Pabrik Smelter, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Senin (27/12/2021). [Dok. BPMI Sekretariat Presiden]
Presiden Joko Widodo meninjau pengolahan bijih nikel (nickel ore) di Pabrik Smelter, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Senin (27/12/2021). Sebagai ilustrasi [Dok. BPMI Sekretariat Presiden]

"Enam tahun lalu, ekspor Indonesia dari nikel hanya 1,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan, di 2021 sudah mencapai 20,9 miliar dolar AS. Lompatan nilai tambahnya hingga 19 kali," jelas Menperin.

Afrika Selatan sendiri memiliki kerja sama Just Energy Transition Partnership dengan Prancis, Jerman, Britania Raya, dan Amerika Serikat. Pengalaman ini bisa dipelajari dan best practice bagi Indonesia dalam menemukan model yang sesuai untuk menangani isu perubahan iklim di Indonesia.

Untuk itu, dalam kesempatan TIIMM di Bali Indonesia dan Afrika Selatan menjajaki Preferential Trade Agreements (PTA) guna memperkuat manufaktur kedua negara.

Baca Juga: Asuransi Astra Gelar Kick-Off Estafet Peduli Bumi di Medan dan Langkat, Wujudkan Aspirasi Berkelanjutan

"Dapat dikatakan bahwa saat ini kedua negara sedang menjajaki PTA yang bertujuan untuk membuka peluang pasar. PTA merupakan upaya penguatan industri manufaktur kedua negara, khususnya di sektor peralatan militer, produk makanan olahan, dan pertanian," jelas Agus Gumiwang Kartasasmita.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI