Di EV Smart Mobility – Joint Project ini masing-masing APM akan menyediakan kendaraan listrik andalannya untuk membentuk line-up di sektor kendaraan penumpang dan komersial.
Line-up kendaraan elektrifikasi penumpang akan digunakan untuk mendukung mobilitas di kawasan Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
![Penjelasan kendaraan listrik yang disediakan di kawasan The Nusa Dua, Bali. [Antara/istimewa/fik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/26/24860-mobil-listrik-the-nusa-dua.jpg)
Sementara line-up komersial akan digunakan untuk mendukung logistik dan selanjutnya akan menjadi pertimbangan untuk berkolaborasi dengan bisnis lokal di wilayah Bali.
"Sudah saatnya popularisasi teknologi elektrifikasi di Indonesia dijalankan pada level yang lebih massif," tambah Matsuda-san.
Sebagaimana diketahui, untuk memenuhi komitmen penurunan emisi CO2 atau Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan berbagai kebijakan, termasuk percepatan popularisasi kendaraan listrik dan mengembangkan industri tersebut.
Pengembangan ekosistem membutuhkan keterlibatan pemangku kepentingan termasuk industri otomotif, pemerintah, produsen baterai, dan konsumen.