Prefektur Aichi Kuasai 40 Persen Investasi Jepang di Indonesia, Menperin Ajak Tingkatkan Investasi

Rabu, 29 Juni 2022 | 08:00 WIB
Prefektur Aichi Kuasai 40 Persen Investasi Jepang di Indonesia, Menperin Ajak Tingkatkan Investasi
Ilustrasi industri otomotif [Shutterstock/Rainer Plendl]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dalam lawatan Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasamita ke Jepang, Perfektur Aichi masuk ke dalam salah satu daftar penting.

Dikutip dari kantor berita Antara, investasi terbesar Jepang di Indonesia antara lain adalah industri kendaraan bermotor, industri logam, elektronik, industri instrument medical precision, serta optik.

Aichi adalah prefektur yang menjadi pusat manufaktur Jepang. Sejak 1977 hingga sekarang, provinsi ini mempertahankan posisi sebagai prefektur pengekspor produk manufaktur terbesar di Negeri Sakura. Utamanya sektor otomotif dan antariksa. Sekaligus menjadi pusat konsentrasi industri otomotif dan pendukung otomotif terbesar di dunia.

Ilustrasi industri karoseri. [Shutterstock/Dmitry Kalinovsky]
Ilustrasi industri otomotif [Shutterstock/Dmitry Kalinovsky]

Sebanyak 255 perusahaan industri dari Aichi berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor otomotif, menguasai sekitar 40 persen dari total perusahaan Jepang yang berinvestasi di Tanah Air.

Di 2021, nilai investasi asal Jepang di Indonesia mencapai 1,7 miliar dolar dengan jumlah proyek investasi naik 34 persen dari 3.646 proyek pada 2017 menjadi 5.579 proyek pada 2021.

Karena itu, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam lawatannya ke Jepang mengajak perusahaan asal Perfektur Aichi untuk meningkatkan investasi, membangun pabrik baru dan pusat R&D di Indonesia.

Ia mengadakan pertemuan langsung dengan Hideaki Omura, Gubernur Prefektur Aichi.

"Pertemuan kami dengan Gubernur Omura bertujuan untuk mengundang perusahaan-perusahaan industri yang berbasis di Aichi untuk berinvestasi dalam bentuk pembangunan pabrik baru maupun pusat R&D di Indonesia," jelas Menperin di Nagoya usai pertemuan itu, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

"Dengan skala industri yang besar, di Aichi juga terdapat banyak pusat R&D untuk industri manufaktur, baik yang dikelola oleh organisasi publik maupun perusahaan-perusahaan swasta. Kami mendorong agar pusat-pusat R&D dapat memperluas operasinya di Indonesia sehingga dapat terjadi transfer teknologi yang juga akan mendukung pengembangan perusahaan industri asal Jepang di Indonesia," demikian dipaparkan Menperin.

Baca Juga: Toyota GAZOO Racing Sapu Bersih Podium 1,2,3,4 di Safari Rally Kenya 2022 Bersama GR Yaris Rally1

Menperin menjelaskan kepada Gubernur Omura keunggulan investasi di Indonesia, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan memiliki kapabilitas untuk mengerjakan proyek-proyek R&D, serta ketersediaan bahan baku untuk mendukung rantai suplai investasi baru.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI