Suara.com - Honda CR-V, Suzuki Ertiga, India, China, hybrid, mencuci sepeda motor, mobil listrik, Nissan, Daihatsu Sigra, dan terlalu cepat menjadi highlights dari lima artikel rekomendasi kanal otomotif Suara.com pagi ini.
Berbincang soal mobil listrik, Nissan menyatakan bahwa memiliki divisi mobil listrik sendiri adalah sebuah langkah yang terlalu cepat. Menurut perusahaan yang bermarkas di Jepang serta termasuk dalam Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi ini sebaiknya dibutuhkan waktu cuku untuk pengembangan sebelum unit per unit dilepas tersendiri.
Sementara itu, Honda CR-V terbaru disebutkan akan segera mengaspal di China. Sebuah langkah seru, mengingat Negeri Tirai Bambu adalah pasar kendaraan bermotor terbesar di dunia. Bila bisa diserap pasar negara ini dengan seru, harapannya kesuksesan serupa bakal menular di negara tujuan ekspor lainnya.
Lantas dari dalam negeri, Suzuki Ertiga hybrid akan segera hadir. Ini juga kabar seru mengingat langkah-langkah yang terus dilakukan pemerintah Indonesia dalam mempercepat pengadaan mobil berbahan bakar non-minyak bumi terus digencarkan.
Dan kabar terbaru dari Daihatsu adalah posisi Daihatsu Sigra yang tidak tergoyahkan sebagai penopang penjualan di bulan lalu. Produk in adalah salah satu andalan untuk pasar Tanah Air, juga telah sukses diekspor ke luar negeri.
Sebagai penutup adalah tips mencuci sepeda motor yang bisa diterapkan di rumah. Dijamin aman, yang mana mensyaratkan mesin mesti dalam kondisi dingin alias tidak boleh dilakukan saat masih panas untuk menghindarkan kondisi ekstrem pada dapur pacu.
Selamat membaca lima artikel rekomendasi kanal otomotif Suara.com, selamat beraktivitas, dan jaga kesehatan selalu sesuai protokol kesehatan atau prokes.
1. Nissan Sebut Terlalu Dini Membangun Divisi Listrik Sendiri

Nissan Motor Co mengatakan terlalu dini untuk membuat divisi kendaraan listrik (EV) tersendiri seperti yang dilakukan anggota aliansinya, Renault.
Baca Juga: Renault Out dari Rusia, Brand Moskvich Bakal Bangkit Lagi Bersama Perusahaan Truk Nasional
"Terlalu dini untuk mempertimbangkan karena portofolio pasar kami yang terdiversifikasi dan portofolio produk yang terdiversifikasi," kata Ashwani Gupta, COO Nissan dikutip dari Nasdaq, Senin (16/5/2022).