"Jadi verifikasi antara plat nomor dan STNK. Untuk plat nomornya ternyata ada perbedaan kemudian dibantu verifikasi ulang. Namun pada saat verifikasi tersebut pengunjung kurang berkenan juga jadi managernya juga terkena dugaan kekerasan fisik juga," ungkapnya.
Candra lalu memaparkan, pengunjung bersangkutan akhirnya bisa keluar setelah selesai melakukan proses verifikasi, termasuk dengan membuktikan bahwa kendaraan tersebut memang miliknya.
Candra menambahkan, pihak manajemen JCM sudah melaporkan dugaan tindak penganiayaan tersebut ke Polres Sleman agar ditindaklanjuti. Hingga saat ini, kasus tersebut tengah didalami pihak berwajib.
"Jadi untuk dugaan tindakan kekerasan dan lain sebagainya itu kami serahkan ke Polres Sleman saat ini,” tandasnya.
Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!