Suara.com - Selaras daya tahan mobil-mobil super mewah bermesin konvensional yang telah diproduksi selama ini, Rolls-Royce Motor Cars juga menerapkan standar tinggi untuk Rolls-Royce Spectre All-Electric alias Spectre, kendaraan listrik perdananya.
Kabar gembira baru saja meluncur dari perusahaan yang bermarkas di Goodwood, West Sussex, England ini. Rolls-Royce Spectre baru saja lolos 25 persen dari program pengujian 2,5 juta km dan simulasi penggunaan 400 tahun.
Dikutip dari rilis resmi Rolls-Royce Motor Cars, sebagaimana diterima Suara.com, Spectre mengakhiri pengujian musim dingin dalam fasilitas khusus di Arjeplog, Swedia. Jaraknya hanya 55 km dari Lingkaran Arktika, serta menyuguhkan temperatur minus 40 derajat Celsius.
![Jarak pengujian Rolls-Royce Spectre dari Lingkaran Kutub Utara hanya 55 km [Rolls-Royce Motor Cars]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/31/77812-rolls-royce-spectre-suaradotcom-02.jpg)
Calon mobil listrik perdana Rolls-Royce ini menggunakan rangka aluminium spaceframe, desain sarat emosi, sekaligus melanjutkan keelokan Phantom Coupe. Juga ditanam teknologi Rolls-Royce 3.0 yang menandai era baru drivetrain digital dan rekayasa sasis.
"Spectre tidak diragukan lagi adalah produk yang paling dinanti dalam sejarah modern brand kami. Lebih dari sekadar produk, mobil listrik ini menjadi simbol kendaraan terelektrifikasi kami di masa depan," papar Torsten Muller-Otvos, Chief Executive Officer, (CEO) Rolls-Royce Motor Cars.
"Saya konfirmasikan bahwa 25 persen dari pengujian telah rampung, hasilnya telah memenuhi harapan kami yang paling mendasar," lanjutnya.
"Desain powertrain elektronik dan listrik multi-kontrol, multi-kanal, yang saling terhubung menciptakan Rolls-Royce 3.0, Di Arjeplog kami telah membangun fondasi yang signifikan di mana kami akan menciptakan Rolls-Royce sejati. Spectre masih dalam masa pertumbuhan, namun saya tandaskan bahwa teknologi ini mampu memberikan pengalaman seru bagi Rolls-Royce," imbuh Mihiar Ayoubi, Direktur Teknik, Rolls-Royce Motor Cars.
Diuji di Swedia dalam cuaca ekstrem musim dingin, Spectre melakukan tes di udara minus 26 derajat Celsius, lantas terus turun hingga minus 40 derajat Celsius.
Beberapa alasannya, sebagai prototipe pertama para insinyur ingin memastikan bahwa setiap sistem beroperasi dan berfungsi pada tingkat dasar dalam lingkungan cuaca dingin.