Krisis Global Chip Semikonduktor, Mercedes-Benz Indonesia Sebutkan Buruknya Situasi Tahun Lalu

Jum'at, 25 Februari 2022 | 20:26 WIB
Krisis Global Chip Semikonduktor, Mercedes-Benz Indonesia Sebutkan Buruknya Situasi Tahun Lalu
Mercedes-Benz GLC 200 Night Edition lahir di pabrik Mercedes-Benz Wanaherang, Bogor [PT MBDI].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Terjadinya pemangkasan unit produksi, fokus kepada pembuatan produk kategori high-demand, sampai mengurangi pemakaian chip untuk fitur yang bukan kategori utama menjadi langkah carmaker dalam mengatasi krisis global chip semikonduktor.

Dalam launching Mercedes-Benz GLC 200 Night Edition secara daring, Kamis (24/2/2022) yang dipantau Suara.com via Zoom, situasi langkanya chip semikonduktor juga dirasakan oleh PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).

"Krisis semikonduktor menjadi masalah utama. Kami sangat merasakan dampak krisis chip semikonduktor. Kondisi 2021 lebih buruk dibandingkan 2020, terjadi keterlambatan supply chip semikonduktor ke pabrik, dari pabrik ke dealer, dan sampai kepada pelanggan juga terlambat," papar Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operation and Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

Interior Mercedes-Benz GLC 200 Night Edition [PT MBDI].
Interior Mercedes-Benz GLC 200 Night Edition [PT MBDI].

Lebih lanjut, situasi ini juga mengakibatkan pemenuhan pemesanan atau demand berupa produk Completely Build-Up (CBU) maupun Completely Knock-down (CKD) mengalami delay atau keterlambatan.

Namun ditambahkannya mengingat situasi langka chip semikonduktor adalah kondisi yang menimpa seluruh carmaker di dunia, maka mitigasi dilakukan prinsipal Mercedes-Benz dan dieskalasi sebagai masalah global.

Untuk itu, pihak Mercedes-Benz Indonesia akan terus melakukan komunikasi informasi terkait keterlambatan ketersediaan unit kendaraan.

"Masalah chip semikonduktor ini akan disampaikan secara transparan kepada seluruh pihak, mulai dealer hingga pelanggan," lanjut Kariyanto Hardjosoemarto yang kerap disapa sebagai Kerry.

"Kami lebih maintain transparansi informasi kepada mereka, sedangkan technical supplier ditangani oleh headquarter," tandasnya.

Kekinian, PT MBDI melihat bahwa 2022 bakal menjadi awal yang menjanjikan.

Baca Juga: Volkmar Denner: Bosch Kembali Gelontorkan Dana Segar Demi Kejar Produksi Chip Semikonduktor

"Di luar situasi kekurangan chip semikonduktor yang menjadi masalah otomotif global, COVID-19 di Indonesia sudah lebih terkendali, perekonomian membaik, sehingga demand atau permintaan atas kendaraan mendekati situasi sebelum pandemi," lanjut Kariyanto Hardjosoemarto.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI