Suara.com - Rusia tengah menyatakan perang kepada Ukraina pada Kamis (24/2/2022). Melalui Presiden Rusia, Vladimir Putin, Rusia bergerak cepat untuk melakukan invasi ke beberapa sektor penting di Ukraina.
Rusia pun mengirimkan beberapa pasukannya untuk masuk ke wilayah Ukraina dengan kendaraan militer canggih.
Ngomongin tentang kendaraan militer yang dimiliki Rusia. Mereka memiliki berbagai kendaraan militer yang berteknologi canggih.
Berikut beberapa kendaraan militer yang dimiliki Rusia dikutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: Sangar dan Sarat Teknologi, Begini Ranpur Garapan Kia Motors
1. Tank T-14 Armata
Tank T-14 Armata didesain Ural Design Bureau of Transport Machine-Building, Uralvagonzavod, untuk Angkatan Bersenjata Rusia.
Tank canggih ini dirancang menggantikan versi sebelumnya yang sudah berumur. Salah satu senjatanya adalah meriam smoothbore yang disebut sebagai laras halus berkaliber 128 milimeter.
Dirancang sesuai perkembangan teknologi, persenjataan dari tank ini menggunakan sistem digital.
Kru terbantu dalam mengoperasikannya karena sistem pada alat ini memungkinkan kendaraan berjalan secara otomatis.
Baca Juga: Kendaraan Militer Pindad: Pembelian 500 Rantis Maung di Tengah Pandemi
Keunggulan dari tank ini adalah ketika turet dihantam rudal, kru masih bisa bertahan di dalam serta dapat menyelamatkan diri.
Lapisan baja tank ini dapat menahan tembakan peluru antitank dan rudal. Tan T-14 Armata dapat menembakkan hingga 10 rentetan peluru per menit dengan jarak tembakan hingga 7 kilometer.
2.. Peluncur S-1 Pantsir
Kendaraan ini dibuat untuk mengincar beragam jenis kendaraan tak berawak termasuk drone. Bisa disebut, S-1 Pantsir ini merupakan senjata anti-pesawat.
Pada S-1 Pantsir disematkan senjata berupa dual 2A38M kaliber 30 mm dan rudal udara ke permukaan jenis 57E6 sebanyak 12 buah. Penggunaan senjata 2A38M kaliber 30 mm pada sistem pertahanan udara dapat mengenai target dengan jarak hingga 5 kilometer.
Teknologi yang digunakan pada S-1 Pantsir ini sangat mumpuni. S-1 Pantsir mempunyai sistem radar, teknologi, dan fire control yang terintegrasi dalam unit pengendali tembakan.
3. Tank Terminator
Tank 'Terminator' adalah kendaraan tempur lapis baja (AFV), yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Rusia Uralvagonzavod. Kendaraan ini dirancang untuk mendukung tank dan AFV lainnya di daerah perkotaan.
BMPT "Terminator" dipersenjatai dengan Ataka-T Guided Weapon System dengan empat peluncur rudal Ataka 9M120, dua meriam otomatis 2A42 30 mm, dua peluncur granat AG-17D, dan satu senapan mesin koaksial 7,62 mm PKTM.
BMPT "Terminator" (Tank Support Fighting Vehicle) dibangun di atas sasis tank tempur utama T-72 yang banyak digunakan. Tank ini memiliki kecepatan maksimum kendaraan adalah 60 km/jam di atas jalan raya dan daya jelajah 550 km dengan tangki bahan bakar eksternal.
Tank 'Terminator' mampu menyerang target lapis baja ringan, tank dan kendaraan tempur infanteri, beroperasi bersama dengan sistem pertahanan udara medan perang untuk melawan helikopter musuh dan pesawat berkecepatan rendah yang terbang rendah.
4. S-400 Triumph
S-400 Triumph ini merupakan sebuah kendaraan radar dari sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia. S-400 Triumph disebar di pangkalan di sepanjang jalan menuju Belarus untuk bergabung dalam latihan militer, di wilayah Khabarovsk.
S-400 Triumph, merupakan sistem senjata anti-pesawat generasi baru yang dikembangkan oleh Russia's Almaz Central Design Bureau Rusia.
Sistem pertahanan ini mempunyai kelebihan daripada yang lainnya karena bisa mendeteksi target udara dalam radius hingga 600 kilometer.
S-400 Triumph juga bisa menembak sasaan pada jarak 400 kilometer. Keunggulan lainnya bisa mendeteksi dan menyingkirkan rudal, baik itu rudal penjelajah manuver cepat maupun rudal balistik nuklir antarbenua.
Senjata ini mempunyai pesaing dari Amerika Serikat, yakni MIM-104 Patriot. Keduanya hampir memiliki kesamaan fungsi, namun terdapat perbedaan. S-400 Triumph dapat melihat dan menembak sasaran dari segala arah, sedangkan milik Amerika hanya dapat memindai langit dalam arah yang telah ditentukan pada kisaran 180 derajat.