Suara.com - Yamaha Indonesia, bLU cRU, KTT G20 2022, Hyundai, PLN, verbal abuse, Tesla, Hyundai Ioniq 5, Genesis G80, SPKLU, GJAW, dan Gaikindo menjadi highlights dari lima artikel rekomendasi kanal otomotif Suara.com.
Oktober 2022, Indonesia akan menggelar acara besar di Bali, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 2020 yang menghadirkan banyak kepala negara serta perwakilan negara sahabat. Salah satu topiknya adalah perubahan iklim.
Untuk menyuarakan di posisi mana Indonesia berpihak, salah satu bentuknya adalah penggunaan mobil bebas sisa pembakaran knalpot.
Pemerintah menunjuk Hyundai untuk menyiapkan kendaraannya, dan disebutkan bahwa Genesis G80 Electrified serta Hyundai Ioniq 5 akan dipasok untuk kebutuhan ini.
Dan untuk melengkapi infrastruktur pendukung ekosistem mobil listrik, Hyundai bermitra bersama Perusahaan Listrik Negara atau PLN membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di Pulau Dewata.
Selanjutnya, melanjutkan sukses kebangkitan industri otomotif di Tanah Air dalam masa pandemi COVID-19, Kementerian Perindustrian siap mengawal Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW. Harapannya, pameran otomotif ini akan direspon banyak pihak dan ditentukan pula acara akan digelar dalam protokol kesehatan ketat.
Sementara itu dari pentas roda dua, Yamaha Indonesia mengenalkan bLU cRU, yang menggarisbawahi kuatnya budaya racing di Tanah Air.
Dan sebagai penutup, adalah topik yang tidak kalah penting dari keempat rekomendasi sebelumnya. Yaitu peristiwa pelecehan seksual berupa verbal abuse yang terjadi di Tesla Corporation.
Artinya adalah, peristiwa pelecehan bisa terjadi di mana saja, termasuk dunia atau industri otomotif yang kekinian masih didominasi kaum lelaki. Artikel ini adalah sebuah wacana, sebuah contoh kejadian yang dipetik dan dipaparkan kembali agar tidak terjadi di manapun, termasuk dunia otomotif.
Baca Juga: Yamaha Prediksi Penjualan Sepeda Motor Melonjak di 2022
Selamat membaca lima artikel rekomendasi kanal otomotif Suara.com, jaga selalu kesehatan sendiri, keluarga, dan sekitar dengan penerapan protokol kesehatan atau prokes ketat.