Suara.com - Wiper adalah salah satu komponen pendukung untuk mobil yang sangat berguna di musim penghujan. Pada saat kondisi basah ini, pemilik mobil perlu memerhatikan kondisi wiper fluid di tabung reservoir sehingga kondisi volume selalu aman.
Nah, apabila volumenya terlihat berkurang, bolehkah diisi ulang dengan air keran?
Mengutip HSR Wheel, hal ini rupanya sangat tidak disarankan. Air wiper atau wiper fluid memang diproduksi dari material atau bahan yang memiliki kandungan khusus agar mudah menyapu berbagai jenis kotoran yang ada di kaca mobil.
Dengan demikian, penggunaannya sangat membantu para pengemudi mendapatkan visibilitas yang baik walau dalam kondisi hujan sekalipun.
![Pemakaian wiper di saat hujan, gerakan berulang, bisa jadi ada kotoran atau debris tajam ikut menggores permukaaan. Sebagai ilustrasi [Envato Elements/astrakanimages].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/16/76746-kaca-dan-wiper.jpg)
Oleh karena itu wiper fluid memiliki kandungan yang berbeda dengan air keran.
Materi kandungan yang ada di dalam air keran cenderung tidak diketahui dan tentunya hal ini membawa dampak negatif untuk kaca mobil.
Cairan material wiper harus memiliki kualitas yang baik, mengingat fungsinya yang untuk membersihkan debu, oli, dan polutan yang menempel di kaca.
Bahkan penggunaan sabun deterjen atau cairan pembersih yang sembarangan tidak akan membantu banyak karena busanya sendiri berpotensi merusak lapisan kaca, juga mengganggu pandangan pengemudi ke arah depan.
Air keran bisa saja memiliki kandungan kapur atau lainnya yang kelak memunculkan kerak menyebalkan pada penampungan air wiper. Bila sudah seperti demikian, tentunya berpotensi membuat kaca baret hingga berlumut.
Baca Juga: Bakal Hadirkan Mobil Listrik, PT JLM Auto Indonesia Siapkan Showroom di PIK
Hanya, apabila sedang dalam kondisi darurat, boleh saja menggunakan air keran untuk wiper. Dan setelah itu ada baiknya segera membeli wiper fluid yang sesuai rekomendasi pabrikan dan lakukan penggantian kembali segera.