Selain Tesla, Volkswagen Dorong India Pangkas Pajak Impor Mobil Listrik

Rabu, 11 Agustus 2021 | 12:57 WIB
Selain Tesla, Volkswagen Dorong India Pangkas Pajak Impor Mobil Listrik
Volkswagen ID.4 sedang melakukan recharging baterai. Sebagai ilustrasi produk mobil listrik Volkswagen [Newsroom VW].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Setelah Tesla Incorporation melakukan lobi pada pemerintah India untuk keringanan pajak mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) pada Juli, kini giliran Volkswagen menyampaikan permohonan serupa.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, Volkswagen AG, car manufacturer terbesar kedua di dunia ini menyebutkan agar bea masuk lebih rendah ke India diterapkan untuk EV.

Saat ini, bea masuk yang dibebankan telah dipotong 25 persen (dari total 100 persen bebas pajak).

Dengan pemberian keringanan pajak, tidak akan menimbulkan "ancaman besar" bagi pemain domestik, namun membantu mendorong investasi, jelas perwakilan Volkswagen di India, dikutip Rabu (11/8/2021).

Bagian buritan Tata Tiago NRG edisi 2021, bagian bagasi juga dilaapis lis hitam [Tata Motors via ANTARA].
Tata Tiago NRG edisi 2021, sebagai ilustrasi produk nasional India [Tata Motors via ANTARA].

"Pasar EV harus cukup besar untuk investasi masuk dan demi inilah tidak boleh ada hambatan," jelas Gurpratap Boparai, Direktur Pelaksana Skoda Auto Volkswagen India.

Kekinian, Volkswagen tengah menjajaki EV mereka untuk pasar India, apakah akan ditetapkan brand Volkswagen dan Skoda. Namun di atas itu, perlu dilihat bea masuk yang lebih rendah, kebijakan perpajakan yang stabil, dan insentif jangka panjang untuk mengambil risiko. Juga persiapan infrastruktur berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.

Awalnya, India memberlakukan pajak mobil impor termasuk EV senilai 100 persen. Lantas khusus EV direncanakan dipangkas 40 persen, sehingga pajak menjadi 60 persen, menyusul permohonan Tesla Incorporation.

Situasi ini memicu keretakan dalam industri otomotif Negeri Bollywood. Para pemain global seperti Daimler Mercedes-Benz dan Hyundai Motor mendukung pemotongan yang diusulkan. Akan tetapi para pemain nasional seperti Tata Motors menentang, serta menyebutkan bakal ada cedera janji untuk meningkatkan produksi lokal.

"Saya sama sekali tidak mengatakan bahwa manufaktur lokal tidak boleh didorong, akan tetapi bea masuk 60 persen dan 100 persen sangat tinggi pada saat ini," jelas Gurpratap Boparai.

Baca Juga: Langka Chip Semikonduktor, Pengiriman Ford Mustang Mach-E Kena Imbas

Seraya menyebutkan untuk memproduksi EV secara lokal, pertama-tama perlu ada lebih banyak permintaan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI