Suara.com - Kamu sedang mencari mobil bekas, tapi maunya yang transmisi otomatis alias matic? Awas jangan sampai kebobolan, karena kalau sampai dapatnya mobil matik yang kondisinya jelek bisa-bisa kamu keluar biaya besar untuk perbaikan.
Mobil bertransmisi matic saat ini lebih menjadi pilihan masyarakat perkotaan. Dengan lalu lintas yang padat, pengguna tidak perlu lagi repot menginjak kopling dan memindahkan transmisi.
Namun saat berniat untuk membeli mobil matic bekas, ada beberapa hal dan juga bagian yang harus diperhatikan.
Pasalnya mobil matic bekas rentan sekali bermasalah pada transmisi yang nantinya bisa merembet ke bagian mesin. Mengutip mobil88, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil matic bekas.
1. Cek Kebocoran Oli Pada Transmisi Matic
![Deretan mobil yang dijual di Bursa Mobil Bekas Blok M Square, Jakarta, Sabtu (18/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/05/18/77047-penjual-mobil-bekas.jpg)
Tentunya selain melihat kondisi eksterior, kaki-kaki hingga interior, kamu jangan sampai lupa untuk mengintip kondisi pada transmisi maticnya. Cek apakah ada kebocoran oli atau tidak, perlu diingat tidak semua warna oli itu merah, bisa bermacam-macam.
Calon pembeli patut curiga jika terlihat ada kebocoran, karena ada dua kemungkinan yakni servis atau penanganan perbaikan total.
2. Cek Pada Bagian Indikator Mobil
Berikutnya adalah pengecekan indikator, apakah indikator menyala normal ataukah ada peringatan yang tidak lazim pada meter cluster. Misalnya ada lampu indikator check engine yang menyala, atau indikator transmisi menyala kedap-kedip ketika mesin dinyalakan.
Baca Juga: Pasar Mobil Bekas Diperkirakan Menggeliat di Triwulan II 2021
Jika indikator transmisi menyala berarti bisa berindikasi ada masalah di bagian elektrikal, dan jika dipakai terus-menerus kerusakan bisa merembet ke bagian mekanik transmisinya.