Suara.com - PT Honda Prospect Motor (HPM) belum berani mengungkapkan rencana memboyong mobil listriknya ke Indonesia kendati memiliki jajaran produk mobil ramah lingkungan tersebut.
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy mengatakan pihaknya masih mempelajari pasar, infrasfruktur dan kebijakan pemerintah terkait mobil listrik.
Dia menjelaskan bahwa hingga kini belum ada kepastian kapan mobil listrik Honda masuk ke pasar Indonesia.
"Kami memiliki line-up mobil listrik yang lengkap di pasar global. Bahkan Honda global telah menargetkan 2/3 produksi adalah kendaraan listrik pada 2030," ujar Yusak Billy, saat bincang virtual dengan awak media, baru-baru ini.
Sebelum memasarkan produk di Indonesia, Billy menyebut Honda masih menunggu infrastruktur yang dapat mendukung mobilitas kendaraan listrik di Tanah Air.
Selain itu, lanjutnya, dibutuhkan kepastian regulasi dari pemerintah terkiat insentif yang diberikan untuk kendaraan elektrifikasi.
![Honda memperkenalkan mobil listrik mereka dalam pameran di 64th Internationale Automobil Ausstellung (IAA), Frankfurt, Jerman, 25 September 2011. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/11/17/53234-mobil-listrik-honda.jpg)
"Kami pelajari regulasi tersebut untuk menentukan teknologi apa yang paling sesuai. Misal infrastruktur dan bagaimana regulasi dari pemerintah," katanya
Berbeda dengan Honda, diketahui sejumlah produsen otomotif sudah mulai memperkenalkan jajaran produk mobil listriknya di Indonesia.
Diantaranya nama-nama seperti Mitsubishi, Hyundai, Nissan, Lexus sudah mulai memasarkan produk mobil listrik di Tanah Air. Sedangkan yang paling gencar memasarkan produk mobil listriknya adalah Toyota.
Baca Juga: Honda City Hatchback Akan Gantikan Honda Jazz di Indonesia?
Kendaraan elektrik yang mereka hadirkan, meliputi mobil listrik murni bertenaga baterai (BEV), plug-in hybrid (PHEV), e-power dan hybrid.