Suara.com - Hanya satu kesalahan kecil dalam kesiapan mengemudi saat hujan maka ending atau hasilnya bisa berujung kecelakaan. Mengapa begitu? Well, saat kondisi jalan tertutup air atau basah, tentu berbeda dari situasi normal.
Kondisi jalan yang licin bahkan memiliki potensi terbentuknya genangan air sehingga dapat mengakibatkan gejala hydroplaning atau aquaplaning. Yaitu situasi ban tidak mampu "menggigit" atau memiliki traksi pada permukaan jalan akibat terhalng lapisan air.
Hal lain adalah jarak pandang pengemudi yang tidak sebaik saat cuaca terang benderang, seiring kian derasnya hujan turun.
Oleh karena itu, pengemudi perlu menjaga kewaspadaan saat mengemudi di musim hujan.
![Ilustrasi lelaki mengganti ban mobil [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/09/25/50268-ilustrasi-lelaki-mengganti-ban-mobil-shutterstock.jpg)
Disampaikan Auto2000, setidaknya ada beberapa kesalahan kecil yang dilakukan pengemudi dan berujung fatal.
Berikut daftar kesalahan kecil yang bisa mengakibatkan kondisi fatal saat hujan:
1. Tidak menjaga kondisi ban
- Ban merupakan komponen mobil yang sangat penting karena hanya ban yang melakukan kontak langsung dengan jalan. Oleh karenanya, pastikan kondisi ban dengan memeriksa tekanan angin, telapak, alur, dan dinding ban dari potensi aus dan rusak.
- Segera ganti di bengkel bila ditemukan masalah pada ban mobil.
2. Tidak memeriksa komponen mobil
- Selain ban, masih ada komponen mobil lain yang wajib diperiksa seperti lampu dan wiper, termasuk cairan pembersih kaca.
- Lampu depan yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan. Lampu senja, sein, dan rem yang mati membuat pengguna jalan lain tidak bisa memantau manuver mobil di depannya.
3. Tidak mengukur kemampuan mobil
Baca Juga: Luncheon Virtual, Carsome Paparkan Dinamika Pasar Mobil Bekas Masa Pandemi
- Mengemudi mobil di jalan basah akibat hujan tidak bisa disamakan dengan mengemudi di jalan kering. Sangat dianjurkan untuk mengurangi kecepatan mobil agar lebih mudah memantau kondisi sekitar dan mengendalikan mobil kala melewati genangan air.
4. Tidak menjaga perilaku berkendara