Suara.com - Belakangan ini, dunia maya kerap diramaikan dengan curhatan warganet yang mengaku menjadi korban perampasan oleh debt collector.
Mirisnya, beberapa perampasan kendaraan tersebut dilakukan oleh debt collector palsu, membuat kendaraan kesayangan menjadi raib seketika.
Terkait modus kejahatan tersebut, Polri melalui akun Instagram @multimedia.humaspolri memberikan sederet tips untuk menghindari kejahatan dengan modus tersebut. Apa saja yang harus dilakukan?
Pertama, tanyakan identitas dari penagih tersebut. Setelah itu, dalam video tersebut dijelaskan bahwa setiap penagih alias debt collector wajib mempunyai kartu sertifikasi profesi dari APPI sebagai bukti bahwa mereka mempunyai wewenang.
Baca Juga: Eksotis, Ini Motor yang akan Mejeng di Film Terbaru James Bond
Selanjutnya, setiap debt collector wajib mempunyai surat kuasa atas kendaraan yang hendak di sita, sehingga jika tanpa surat tersebut, pihak penagih tidak diperkenankan untuk sembarangan merampas kendaraan.
Selain itu, penagih juga harus mempunyai sertifikat jaminan fidusia, dan pemilik kendaraan berhak meminta salinan dari sertifikat tersebut. Jika penagih tak mempunyai dokumen lengkap, maka pemilik kendaraan bisa menolak penyitaan.
"Kalau tak ada sertifikat fidusia, tolong keempat-empatnya ditolak dengan halus." kata Polisi dalam video tersebut.
Selain itu, jika penagih tetap ngotot untuk menyita maka pemilik kendaraan bisa meminta bantuan pihak Kepolisian terdekat.
Untuk video selengkapnya, simak di sini.
Baca Juga: Menyesal Beli NMax, Begini Curhatan Nyesek Warganet Pasca Beli Motor Baru