Suara.com - Selagi kita main ke kampakan, junkyard, atau kawasan limbah otomotif, ban bekas dan roda rasanya luput dari perhatian. Pasalnya, mesin-mesin bulat yang bisa dikorek jauh lebih diminati. Namun sebaliknya terjadi pada Nkwocha Ernest. Perupa seni asal Ajegunle, Nigeria ini lebih gemar memperhatikan ban-ban bekas. Terutama kembangan atau pola permukaan si karet bundar itu sendiri. Tekstur dan alur setiap produk nan unik, membuat kreativitasnya terpicu.
"Saya berasal dari Ajegunle, di mana jarang ada benda-benda menarik di sekitar, sehingga saya ingin memberikan pandangan berbeda atas kota ini," ujarnya di salah satu surat kabar lokal pada 2016, dalam wawancara saat karyanya dipamerkan di Nike Gallery, Lagos, yang diunggahnya di akun sosial Instagram @nkwochaernest.
Lewat kreativitasnya, Nkwocha Ernest membuat tulangan dengan cara mengelas batang-batang besi atau logam lain, lantas dibuatnya patung-patung aneka satwa dari ban beralur sesuai tema, dan hasil jadinya diberi dudukan roda bekas.
Dari berbagai eksperimen ia lakukan, penempatan alur ban yang menyatu dengan ciri fisik satwa patungnya membuat karyanya semakin unik. Semisal sisik serupa kulit buaya. Atau bulu-bulu di sekujur tubuh gorila. Hasilnya layak diacungi dua jempol!
Baca Juga: Masjid di AS Diduga Dibakar, Ada Jejak Grafiti Penembakan Selandia Baru
Laman berikutnya adalah salah satu karya imut dari Nkwocha Ernest.