- Paguyuban Warga Kabupaten Bantul mengadakan perayaan HUT ke-45 dengan mementaskan wayang kulit lakon Lahire Wisanggeni di Anjungan DIY TMII pada Jumat, 9 Oktober 2026.
- Acara yang menampilkan dalang Ki Gading Pawukir tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta serta dipadati oleh warga dan perwakilan paguyuban Jabodetabek.
- Kegiatan budaya ini bertujuan melestarikan warisan leluhur dan menyampaikan nilai filosofis kehidupan agar tradisi wayang kulit terus dikenal luas oleh masyarakat.
Suara.com - Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Lahire Wisanggeni dalam rangka malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Warkaban. Acara tersebut berlangsung di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Pagelaran yang menghadirkan dalang Ki Gading Pawukir itu menjadi salah satu rangkaian utama perayaan ulang tahun Warkaban yang mengusung jargon Guyub, Rukun, Migunani.
Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai, acara diawali dengan tarian daerah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Warkaban.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, acara tersebut ramai dihadiri warga yang ingin menyaksikan pertunjukan wayang kulit. Saat pagelaran berlangsung, sejumlah warga terlihat mendekat ke area pertunjukan untuk mengikuti jalannya cerita yang dibawakan dalang.
Wakil Ketua Paguyuban Warkaban sekaligus Ketua Panitia Pelaksana HUT Warkaban, Agung Heru Wibowo, mengatakan pagelaran wayang kulit dipilih sebagai bagian dari upaya paguyuban melestarikan kebudayaan tradisional.
“Jadi ini bagian dari misi kerja kita, salah satunya di bidang budaya, nguri-nguri kebudayaan. Nah, salah satunya betul-betul wayang,” kata Agung kepada Suara.com saat ditemui di TMII, Jumat (9/10/2026).
![Warkaban Hadirkan Wayang Kulit Lahire Wisanggeni di TMII, Jakarta, Jumat (9/10/2026). [Suara.com/Agustin Dwi Anggraini]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/10/48583-warkaban-hadirkan-wayang-kulit-lahire-wisanggeni-di-tmii.jpg)
Agung menjelaskan, wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat dipelajari masyarakat.
Menurut dia, kesenian tersebut merupakan budaya yang telah dikenal oleh generasi terdahulu dan memiliki filosofi yang patut dijaga.
“Karena satu memang ini budaya yang sudah, maksudnya kalau yang generasi tua pada kenal, dan ini budaya adiluhung banyak filosofi-filosofi kehidupan dalam cerita-cerita wayang, ada pesan-pesan tentang kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agung berharap perayaan HUT ke-45 Warkaban tidak hanya menjadi momentum berkumpulnya anggota paguyuban, tetapi juga mendorong keberlanjutan tradisi wayang kulit agar tetap dikenal masyarakat.
“Satu kita tentu karena ulang tahun, kita ulang tahun berkumpul. Yang kedua, wayang ini bisa terus terlestarikan, terbudayakan,” tutur Agung.
Pagelaran wayang kulit tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 03.30 WIB.
Acara puncak ini turut dihadiri Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta serta perwakilan sejumlah paguyuban warga asal Yogyakarta yang berada di wilayah Jabodetabek.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini