Tim Kuasa Hukum Juwita Minta Penyidik Lakukan Tes DNA Guna Mengetahui Sperma di Rahim Jenazah

Rabu, 02 April 2025 | 21:56 WIB
Tim Kuasa Hukum Juwita Minta Penyidik Lakukan Tes DNA Guna Mengetahui Sperma di Rahim Jenazah
Juwita (23) jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan diduga tewas karena dibunuh anggota TNI. (tangkapan layar/X)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kasus kematian Juwita, seorang jurnalis yang diduga merupakan korban pembunuhan kini menemukan secercah harapan. Pasalnya, pihak keluarga hari ini kembali dilakukan pemeriksaan guna melengkapi berita acara oleh petugas.

Ketua tim advokasi untuk keadilan (AUK) Juwita, Muhamad Pazri meminta agar penyidikan dilakukan secara komprehensif ke depannya dengan fokus pada beberapa petunjuk baru yang diberikan oleh keluarga korban.

"Salah satu usulan yang disampaikan oleh kuasa hukum adalah untuk memeriksa kembali rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Hal ini termasuk CCTV yang mencatat rute perjalanan korban, tempat menitipkan motor, dan kondisi tempat kejadian perkara (TKP),” kata kata Pazri, dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).

Juwita jurnalis banjarbaru diduga dibunuh oknum TNI AL. [Ist]
Juwita jurnalis banjarbaru diduga dibunuh oknum TNI AL. [Ist]

Pazri menilai, pengecekan ini penging guna memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kronologi kejadian.

Selain itu, pihak keluarga korban juga mendesak agar pihak penyidik melakukan tes DNA terhadap sperma yang ada di rahim korban.

"Berdasarkan keterangan dari dokter forensik, sperma tersebut diketahui memiliki volume yang besar. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang asal-usul sperma tersebut, sehingga pihak keluarga mengusulkan untuk melakukan tes DNA guna memastikan pemilik sperma tersebut,” jelasnya.

“Tes DNA ini dianggap penting untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini," imbuh Pazri.

Guna melakukan tea DNA, diperlukan fasilitas forensik yang lengkap. Namun, di Kalimantan Selatan sendiri ketersediaan sarana dan prasarananya belum cukup lengkap.

Sehingga, Pazri mengusulkan agar tes DNA dilakukan di luar wilayah Kalimantan Selatan seperti di Surabaya atau Jakarta, untuk memastikan hasil yang lebih akurat dan tuntas.

Baca Juga: Tangis Iis Dahlia Pecah, Takut Saat Bahas Pernikahan Anak-anaknya

"Kami berharap langkah-langkah ini dapat membantu mempercepat proses penyidikan dan membawa kejelasan lebih lanjut dalam mengungkap fakta-fakta di balik kasus ini," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI