Suara.com - Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 710 personel dalam pengamanan sekitar Masjid Istiqlal Jakarta. Ratusan personel tersebut merupakan penebalan terhadap pengamanan (Pam) Waskita yang ada di dalam lingkungan Masjid Istiqlal.
Adapun Pam Waskita dilaksanakan di lingkungan Masjid Istiqlal lantaran, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Rakabuming Raka bakal melaksanakan Salat Ied Idul Fitri di Masjid Istiqlal.
“Pengamanan kegiatan Salat Ied besok, Polda Metro Jaya telah menyiapkan 710 personel, itu kan besok berlaku Protap Pam Waskita,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

Nantinya, ratusan personel itu bakal membantu masyarakat baik dalam mengarahkan akses keluar-masuk masjid, hingga kantong parkir yang telah disediakan oleh panitia.
“Kami mohon dengan hormat masyarakat agar mengikuti petunjuk dan arahan petugas kami di lapangan,” jelasnya.
Diketahui bersama, Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bakal Salat Ied Idul Fitri di Masjid Istiqlal. Selain Prabowo-Gibran, sejumlah menteri kabinet Merah-Putih juga akan salat di Masjid Istiqlal.
Selanjutnya, 20 duta besar negara sahabat juga ikut salat di tempat yang sama. Dijadwalkan selaku Imam dalam salat Idul Fitri besok yakni Moh Salim Ghazali, sementara khotib yaitu KH Mas’ud Halimin.
Digadang-gadang Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo bakal ikut hadir untuk salat Ied di Istiqlal, namun hingga sore tadi belum ada konfirmasi ulang yang menandakan keduanya bakal hadir.
Dijadwalkan, Prabowo bakal hadir masuk Masjid Istiqlal melalui pintu Al Malik. Sementra tamu VVIP lainnya, masuk ke Masjid Istiqlal melalui pintu As Salam.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Salat Ied di Istiqlal Besok: Ini Jadwal, Imam, Khatib dan Imbauan Penting
Kemudian, masyarakat umum yang ingin melakukan salat Idul Fitri bisa masuk melalui gerbang 2, Al-Ghaffar, dari Jalan Perwira, gerbang 3 Al Aziz, dan gerbang4 Al-Jabbar yang ada di Lapangan Banteng.
Selanjutnya, gerbang 5 Al-Fattah dari arah Gereja Katedral, dan gerbang 6 Al-Mukmin yang berada di Stasiun Gambir, Pasar Baru
Para jamaah yang ingin melaksanakan ibadah salat Idul Fitri sebaiknya datang lebih awal. Mengingat animo masyarakat yang semakin besar, terlebih pada tahun ini, Lebaran Idul Fitri antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Pemerintah berlangsung serempak.
Kemudian, bagi jamaah yang membawa kendaraan pribadi, kendaraan mereka bisa diparkir di beberapa tempat.
Selain di basemen Masjid Istiqlal, kendaraan para jamaah bisa diparkir di Gedung Pertamina, lahan parkir Kementerian Agama, Lapangan Banteng.
Selanjutnya di Gereja Katedral, Kantor Pos, Sekolah Santa Ursula dan Santa Maria, Gedung Kesenian Jakarta, dan area belakang Gedung TNI AD.
Pemerintah lakukan pengamanan Idul Fitri
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melakukan rapat dan evaluasi dengan TNI-Polri dan kementerian terkait, soal kegiatan arus mudik, pengamanan malam takbir, dan arus balik pada lebaran Idul Fitri.

Menteri Polkam, Budi Gunawan mengatakan, saat ini pemerintah berfokus pada objek-objek yang bakal melakukan kegiatan salat Idul Fitri, baik yang ada di masjid maupun lapangan terbuka.
Selain itu, pria yang akrab disapa BG ini mengaku, pihaknya juga berfokus terhadap wilayah-wilayah yang rawan kebencanaan.
“Ada beberapa wilayah yg masih mengalami curah hujan tinggi baik itu di Jatim, Jabar, Sumbar dan Sulsel,” kata BG di Polda Metro Jaya, Minggu (30/3/2025).
Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan masyarakat masih harus tetap waspada terhadap tingginya intensitas curah hujan. Terutama, di wilayah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, kemudian juga Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatera Utara, Maluku Utara dan Sulawesi Selatan.
Dwikorita memprediksi dalam dua hari ini, Terhitung sejak 31 Maret hingga 1 April bakal terjadi curah hujan yang cukup tinggi.
“Jadi selama dua hari lebaran ini mohon doa agar semuanya karena sudah dimitigasi insyaallah dengan doa kita semua menjadi lebih kondusif,” jelasnya.
Untuk jalur pelayaran sendiri, lanjut Dwikorita, kini sudah melandai dibandingkan beberapa hari terakhir. Sebelumnya, ada penguatan kecepatan angin dan arus.
Sementara, untuk cuaca penerbangan harus diwaspadai karena ada beberapa wilayah yang memiliki awan ekstrim sehingga bisa menyebabkan turbulensi yang cukup kuat.