Warga Gaza Menggelar Protes Langka, Pertanyakan Kepemimpinan Hamas

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Rabu, 26 Maret 2025 | 16:56 WIB
Warga Gaza Menggelar Protes Langka, Pertanyakan Kepemimpinan Hamas
Ilustrasi Kelompok Hamas di Jalur Gaza. ANTARA/Anadolu/py
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ratusan warga Palestina meneriakkan slogan-slogan anti-Hamas dalam sebuah protes di Gaza utara pada hari Selasa yang menyerukan diakhirinya perang dengan Israel, kata para saksi.

Para demonstran meneriakkan "Hamas keluar" dan "teroris Hamas" di Beit Lahia, tempat massa berkumpul seminggu setelah tentara Israel melanjutkan pemboman besar-besarannya di Gaza setelah hampir dua bulan gencatan senjata.

Di jaringan media sosial Telegram, setidaknya satu seruan untuk protes telah beredar pada hari Selasa.

Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]
Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]

"Saya tidak tahu siapa yang mengorganisir protes itu," kata Mohammed, seorang demonstran yang menolak menyebutkan nama belakangnya karena takut akan pembalasan.

"Saya ikut serta untuk menyampaikan pesan atas nama rakyat: Cukup dengan perang," katanya, seraya menambahkan bahwa ia telah melihat "anggota pasukan keamanan Hamas berpakaian sipil membubarkan protes".

Majdi, demonstran lain yang tidak ingin menyebutkan nama lengkapnya, mengatakan "rakyat sudah lelah".

"Jika Hamas melepaskan kekuasaan di Gaza adalah solusinya, mengapa Hamas tidak menyerahkan kekuasaannya untuk melindungi rakyat?" tanyanya.

Hingga Selasa malam, pesan Telegram dari sumber yang tidak diketahui menyerukan orang-orang untuk mengulangi demonstrasi di berbagai bagian Gaza pada hari Rabu.

Israel secara teratur menyerukan warga Gaza untuk memobilisasi diri melawan gerakan yang telah berkuasa di wilayah tersebut sejak 2007.

Baca Juga: Israel Berulah Lagi di Gaza: Qatar Kecam Badan Penggusuran dan Perluasan Permukiman Ilegal

Tingkat ketidakpuasan terhadap Hamas di Gaza sulit diukur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI