Viral Aksi Brutal Polisi ke Pendemo Tolak UU TNI di Surabaya, Netizen: Ini Keluarga Saya!

...tampak seorang pendemo itu sudah terkapar di jalanan dan diangkat secara paksa oleh sejumlah aparat berpakaian preman.
Pemilik akun X, @h8deception pun akhirnya mengaku jika telah mendapatkan informasi soal anggota keluarganya yang ikut ditangkap aparat sebagaimana video yang beredar. Netizen itu mengaku jika anggota keluarganya yang mengalami aksi represif polisi itu telah mendapatkan pendampingan hukum dari LBH.
"Infonya berada di polrestabes. Sedang dalam pendampingan LBH mas," beber @h8deception.
Meski sudah namanya ditemukan, beberapa netizen masih penasaran dengan kondisi terbaru dari pendemo tolak UU TNI di Surabaya yang menjadi korban aksi brutal polisi tersebut. Beberapa juga mendoakan agar pendemo itu cepat pulih atas luka-luka yang diduga dilakukan oleh aparat.
"Kak update-nya gimana kak," tanya akun @blueewa.
Baca Juga: Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
"Masih nunggu proses dipolrestabes kak," balas akun @h8deception.
"Semoga lekas ketmu dan masnya dlam keadaan yg baik," tulis akun @yeaown mendoakan.
Kronologi Demo UU TNI di Surabaya
Aksi demonstrasi tolak UU TNI di Surabaya pada Senin kemarin berujung ricuh. Diawali dengan bergesernya massa di depan pagar Timur Gedung Negara Grahadi Surabaya, massa mulai kembali terpompa semangatnya dengan lagu-lagu perjuangan dan pergerakan.
![Demo penolakan Undang - Undang (UU) TNI di depan Gedung Negara Grahadi sempat diwarnai kerusuhan. [SuaraJatim/Yuliharto Simon]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/25/17463-demo-penolakan-undang-undang-uu-tni-di-depan-gedung-negara-grahadi-surabaya.jpg)
Kemudian tak lama setelah itu kericuhan pecah. Kerusuhan berawal pelemparan botol minuman ke arah polisi yang berjaga di pintu gerbang sebelah Timur.
Baca Juga: Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
Tepat pada pukul 16.25 WIB waktu setempat, massa akhirnya beramai-ramai melempar kepolisian yang sedang berjaga di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.