Klaim Arus Mudik Lebaran 2025 Alami Peningkatan, Kakorlantas: WFA Sangat Tepat

Selasa, 25 Maret 2025 | 08:46 WIB
Klaim Arus Mudik Lebaran 2025 Alami Peningkatan, Kakorlantas: WFA Sangat Tepat
puncak arus mudik Lebaran 2025 (Pexels)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Korlantas Polri mengeklaim jika arus mudik pada Lebaran tahun ini mengalami peningkatan setelah pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN. Penerapan work from anywhere itu mulai diberlakukan oleh pemerintah pada Senin (24/3/2025) kemarin. 

Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangannya di Jakarta, Senin kemarin, mengatakan peningkatan arus mudik itu terlihat sejak H-10 atau Jumat (21/3), baik itu kendaraan yang menuju  Trans Jawa maupun Trans Sumatera.

Pemudik motor memadati Pelabuhan Ciwandan dalam arus mudik lebaran 2023, Rabu (19/4/2023). [Suara.com/Sopian Sauri]
Ilustrasi--Pemudik motor memadati Pelabuhan Ciwandan dalam arus mudik lebaran 2023, Rabu (19/4/2023). [Suara.com/Sopian Sauri]

Menurutnya, dengan adanya peningkatan arus kendaraan yang lebih awal, dapat mengurai kepadatan arus pada saat puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2025.

"Bagus sekali pemerintah mengambil kebijakan cepat terkait work from anywhere. Jadi H-10, lalu lintasnya sudah kelihatan naik,” ungkap Kakorlantas.

Irjen Agus juga membeberkan bahwa berdasarkan data yang dilaporkan Jasa Marga pada H-10 Hari Raya Idul Fitri 2024, kendaraan yang melintas menuju Trans Jawa sebanyak 115 ribu. Lalu, pada tahun ini, jumlah kendaraan yang melintas di jalur tersebut pada H-10 sudah sebanyak 158 ribu. Maka, terdapat kenaikan 37,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, Rabu (26/2/2025) siang. [Dok Humas Polresta Solo]
Ilustrasi--Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, Rabu (26/2/2025) siang. [Dok Humas Polresta Solo]

“Sama dengan yang ke Sumatera. Melalui Bakauheni itu juga ada kenaikan pada H-10. Kenaikannya 15,7 persen. Lalu, H-9 itu 82 persen. Artinya, kebijakan WFA (work from anywhere) ini adalah sangat tepat,” ucapnya.

Lebih lanjut, selama Operasi Ketupat 2025, Korlantas Polri menerapkan kebijakan larangan melintas bagi kendaraan sumbu tiga.

Kakorlantas Polri Irjen Agus meyakini larangan tersebut juga akan akan memperlancar arus mudik. Apabila nantinya saat mendekati puncak arus mudik terjadi kepadatan, pihaknya sudah menyiapkan skema sistem satu arah atau one way dan contra flow.

“Artinya bahwa negara pemerintah bersama, kementerian/lembaga, stakeholder yang memiliki fungsi kolaborasi, sudah kami lakukan. Semoga mudik tahun ini adalah mudik yang aman, keluarga nyaman, dan selamat sampai tujuan,” beber Irjen Agus. 

Baca Juga: Ogah Dicap Antikritik, Pesan Prabowo ke Menteri di Kabinet: Jangan Ada Asumsi Negatif, Gak Bagus!

Operai Ketupat 2025

Diketahui, Polri telah melaksanakan Operasi Ketupat 2025 yang dimulai sejak tanggal 23 Maret sampai dengan 8 April 2025. 

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (dua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers selepas apel gelar pasukan untuk operasi pengamanan VVIP acara pelantikan Presiden-Wapres di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (18/10/2024). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.
Ilustrasi---Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (dua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers selepas apel gelar pasukan untuk operasi pengamanan VVIP acara pelantikan Presiden-Wapres di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (18/10/2024). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Kapolri Jenderal  Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Operasi Ketupat tahun ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti TNI, Basarnas, BMKG, hingga Kementerian Perhubungan. Adapun jumlah personel yang diturunkan sebanyak 164.298 orang.

Kapolri menyampaikan bahwa terdapat 2.835 posko yang disiagakan yang terdiri atas 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu. Lalu, sebanyak 126.000 objek akan diamankan.

"Yang kita amankan ada 126.736 objek pengamanan mulai dari masjid, lokasi shalat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara dan objek wisata,” ujarnya.

Kepolisian juga membuka layanan hotline pada nomor 110 untuk memberikan layanan secara maksimal bagi pemudik pada masa Lebaran 2025.

"Masyarakat yang membutuhkan layanan pada saat mudik, bisa menghubungi layanan hotline yang kami siapkan," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI