Namun, Israel hanya menawarkan perpanjangan gencatan senjata sementara dan menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan operasi militer untuk menekan Hamas agar membebaskan sandera yang tersisa.
Seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa para mediator telah meningkatkan upaya diplomatik untuk menengahi konflik, tetapi hingga saat ini belum ada terobosan yang signifikan.
Konflik Kembali Memanas, Korban Jiwa Bertambah
Perang ini bermula pada Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan mendadak ke komunitas Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 lainnya.
Sejak saat itu, Israel melakukan serangan balasan yang menyebabkan lebih dari 49.000 warga Palestina tewas, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Dengan situasi yang kembali memanas dan negosiasi damai yang masih belum mencapai kesepakatan, konflik ini berpotensi memasuki fase yang lebih destruktif.
Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk, dengan ribuan warga sipil menghadapi ancaman kelaparan, kurangnya pasokan medis, serta hancurnya infrastruktur di wilayah tersebut.
PBB dan sejumlah organisasi kemanusiaan internasional terus menyerukan penghentian kekerasan dan mendesak kedua belah pihak untuk mencari solusi damai guna mengakhiri penderitaan warga sipil yang terus meningkat.
Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa konflik ini akan segera berakhir.
Baca Juga: Donasi Mudah ke Palestina: Cara Aman dan Cepat Lewat OVO