Suara.com - Sosok Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Inspektur Jenderal Rosyanto Yudha Hermawan tengah menjadi sorotan publik. Hal itu setelah putranya yang bernama Ghazyendha Aditya Pratama membagikan foto syukuran mewah serta memamerkan kekayaan di media sosial.
Dalam unggahan di media sosial yang viral, Ghazyendha kedapatan naik jet pribadi dan melakukan transaksi hingga miliaran rupiah.
Mirisnya, gaya hidup mewah keluarga Kapolda Kalsel tak dibarengi dengan kepatuhan seorang pejabat negara dalam melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Informasi terkait harta kekayaan Rosyanto bahkan tak terlacak alias tak bisa ditemukan di laman LHKPN.
“Memang belum lapor,” kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan kepada wartawan, Sabtu (1/3/2025).
![Ghazyendha Aditya Pratama, Anak Kapolda Kalsel yang Viral Pamer Kekayaan [Dokumen Pribadi/Facebook/Ghazyendha Aditya ]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/02/27/91075-ghazyendha-aditya-pratama-anak-kapolda-kalsel-yang-pamer-kekayaan.jpg)
Terkait itu, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut fenomena ini hampir serupa dengan kasus mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo.
"Kalau soal dia syukuran ulang tahun mewah dan anaknya flexing, ya itu kan mengingatkan kita pada kasusnya Rafael Alun misalnya anaknya gaya mewah, orang tuanya kena akibatnya," kata Boyamin kepada Suara.com, Sabtu (1/3/2025).
Boyamin pun mendesak KPK mengambil langkah dengan menelusuri harta kekayaan Rosyanto untuk memastikan tidak ada dugaan gratifikasi seperti pada kasus Rafael Alun.
"Saya kira boleh saja KPK juga memulai dari pelacakan harta kekayaan. Jadi, bukan hanya pada yang lapor LHKPN terus kemudian didalami, yang tidak lapor justru harus didalami padahal dia punya kewajiban kan," kata Boyamin.
Kapolri Diminta Tegur Kapolda Kalsel
Baca Juga: Tak Ada Informasi Harta Kapolda Kalsel Rosyanto, KPK: Memang Belum Lapor
Sorotan atas gaya hidup keluarga Kapolda Kalsel itu juga dilontarkan oleh anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah. Dia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan teguran kepada Kapolda Kalsel tersebut.