1 Ramadan dan Lonjakan Harga Cabai Rawit Merah

Andi Ahmad S Suara.Com
Jum'at, 28 Februari 2025 | 22:37 WIB
1 Ramadan dan Lonjakan Harga Cabai Rawit Merah
Cabai rawit. {Antara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama (Menag) RI telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025. Penetapan ini diumumkan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Namun ada hal yang membuat masyarakat menjerit di Ramadan kali ini, sejumlah harga bahan pokok (Sembako) mengalami peningkatan mulai dari harga cabai rawit merah hingga daging sapi.

Suara.com pada Jumat (28/2/2025) siang mencoba melakukan penelusuran menganai harga sembako yang mengalami lonjakan menjelang penetapan 1 Ramadan.

Di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat salah satu yang mengalami peningkatan drastis yakni cabai rawit merah, satu kilogram menyentuh Rp120 Ribu.

Baca Juga: Menag Ungkap Alasan 1 Ramadan Indonesia Lebih Dulu dari Singapura dan Brunei

Padahal, satu minggu menjelang Ramadan harga cabai rawit merah itu untuk 1 kilogram Rp90 ribu, namun tetiba lonjakan itu muncul.

Hal serupa juga terjadi pada harga daging sapi. Untuk harga normal biasanya satu kilogram Rp93.863, namun hal tersebut berubah sangat cepat ketika menjelang Ramadan.

Sejak pagi tadi hingga siang menurut salah satu pedagang sayuran di Pasar Ciampea, Nini (58), banyak ibu-ibu berdatangan menjelang Ramadan, tentunya kondisi itu berbeda dengan hari-hari biasa.

Pedagang Daging Sapi Dikerumuni Pembeli di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjelang Ramadan, Jumat (28/2/2025) [Andi/Suara.com]
Pedagang Daging Sapi Dikerumuni Pembeli di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjelang Ramadan, Jumat (28/2/2025) [Andi/Suara.com]

Ibu-ibu yang mengenakan kerudung itu mengaku, bahwa bahan pokok satu minggu menjelang Ramadan mengalami kenaikan cukup tinggi.

Hal itu disebabkan permintaan konsumen semakin banyak untuk menyambut Ramadan, sedangkan sejumlah bahan pokok mengalami kelangkaan seperti cabai rawit merah dan hijau.

Baca Juga: Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Besok Hari Meski Hilal Hanya Terlihat di Aceh

"Mungkin karena banyak permintaan, tapi memang ditanya ke petani untuk barangnya (Seperti Cabai Rawit) itu hanya sedikit adanya," ucap nenek-nenek yang giginya sudah mulai hilang karena usia.

PIHPS 21 Februari 2025

Sementara itu, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 21 Februari 2025 menunjukkan harga cabai rawit merah mencapai Rp73.400 per kilogram, naik 7% dari sebelumnya.

Lonjakan harga ini disebabkan oleh penurunan produksi akibat lahan pertanian yang terkena banjir, mengakibatkan gagal panen dan berkurangnya pasokan cabai rawit merah di pasaran.

Alasan 1 Ramadan

Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Keputusan itu berbeda dengan negara-negara lain dalam Mabims, forum kerja sama Menteri Agama dari empat negara di Asia Tenggara, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Pemerintah mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah berdasar hasil sidang isbat. (Suara.com/Lilis)
Pemerintah mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah berdasar hasil sidang isbat. (Suara.com/Lilis)

Menteri Agama RI Nazaruddin Umar menyampaikan kalau ketiga negara Mabims menetapkan 1 Ramadan pada Minggu, 2 Maret 2025.

"Meskipun Singapura dengan Brunei sama-sama kita sebagai negara Mabims, kita ada semacam himpunan Kementerian Agama di Asia Tenggara yang disingkat dengan Mabims, ini kita agak berbeda dengan Brunei Darussalam dan Singapura yang menyatakan bahwa puasa mereka itu mulai pada tanggal 2," kata Nazaruddin saat konferensi pers di kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Nazaruddin menjelaskan perbedaan waktu itu disebabkan karena letak garis wilayah masing-masing negara.

"Kenapa kita lebih awal? Karena perbedaan ketinggian hilal dan sudut elongasi yang berbeda. Jadi walaupun Malaysia itu mungkin berdekatan dengan kita, Brunei berdekatan dengan kita, tapi dari garis sudut elongasi itu juga memang sedikit berbeda. Dan mereka belum menemukan juga hilal di sana," jelas Nazaruddin.

Dia menambahkan bahwa Indonesia sebagai satu wilayah hukum di mana bila hilal sudah terlihat di satu daerah saja dengan disaksikan minimal dua orang dan disumpah oleh pengadilan agama, maka temuan itu bisa berlaku untuk bagi seluruh wilayah.

"Meskipun disurut Aceh melihat dan disaksikan, tapi itu juga berlaku untuk seluruh di ujung paling timur Indonesi. Karena kita merupakan satu wilayah hukum," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Kementerian Agama di 125 titik seluruh Indonesia, ketinggian hilal ada di antara 3 derajat 5,91 menit hingga 4 derajat 40,96 menit dengan sudut elongasi 4 derajat 47,3 menit hingga 6 derajat 24,14 menit. Hilal itu terlihat sebagaimana laporan Direktur Jenderal Bimas Islam yang ditemukan di provinsi paling barat di Aceh.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI