Jelang Ramadan, Pemerintah Bakal Gelar Operasi Pasar Demi Jual Daging di Bawah HET

Kamis, 27 Februari 2025 | 23:02 WIB
Jelang Ramadan, Pemerintah Bakal Gelar Operasi Pasar Demi Jual Daging di Bawah HET
Ilustrasi daging. (Unsplash/ricki tom chen)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemerintah berencana menjual daging di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas distribusi pangan untuk masyarakat. 

Nantinya, pemerintah akan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) bersama Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Badan Pangan Nasional(Bapanas), Satgas Pangan, serta berbagai lembaga terkait, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Berdikari. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan nantinya jaringan BUMN pangan, asosiasi petani, dan pengusaha komoditas bakal menyediakan pangan dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Daging kerbau beku misalnya, sebagai salah satu komoditas utama akan dijual Rp75.000 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp80.000 per kilogram dan lebih murah dibandingkan harga di Malaysia. 

Baca Juga: Tampangnya Viral usai Bikin Konsumen Pertamax Sakit Hati, Muncul Video Editan Riva Siahaan Minum Cairan "Pertalite"

Selain daging kerbau beku, komoditas pangan lain juga dijual lebih murah dari HET guna meringankan bebanmasyarakat. Amran mengatakan, ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski negara lain mengalami krisis. 

“Kami patut bersyukur karena kita telah mempersiapkan diri dan bergerak cepat. Di saat negara lain mengalami krisis pangan, kita punya cadangan beras yangkuat. Bahkan parlemen Malaysia minta Kementerian Pertanian Malaysia belajar ke Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/2/2024).

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menyebut OPM ini dilakukan secara serentak di 514 kabupaten/kota di 38 provinsi secara serentak. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk BUMN Pangan.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ada peternak layer nasional, RNI, Bulog, Berdikari, PPI bersama Badan Pangan Nasional yangmenyiapkan ini semua,” lanjutnya.

Ilustrasi pasar. Doa masuk pasar. [pexels/NIC LAW]
Ilustrasi pasar. [pexels/NIC LAW]

Sekretaris Perusahaan PT Berdikari, AS Hasbi Al-Islahi, menegaskan komitmen Berdikari dalammendukung ketahanan pangan nasional. 

Baca Juga: Doa di Depan Kakbah, Viral Jemaah Umrah Sumpahi 'Tukang Oplos BBM' Riva Siahaan: Cabut Semuanya Ya Allah, Mati Lu!

“PT Berdikari selalu berkomitmen mengimplementasikan Asta Cita program Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berkeadilan. Hal ini untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau," ujarnya. 

"Kami terus bersinergidengan berbagai pihak untuk memastikan operasi pasar ini berjalan dengan optimal dan tepat sasaran."

Untuk memperluas cakupan OPM, pemerintah juga menggandeng PT POS Indonesia serta memanfaatkan jaringan BUMN Pangan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di berbagai daerah. 

OPM yang berlangsung 24 Februari – 28 Maret 2025 ini telah berjalan di 215 Pulau Jawa dan 110 di luar Pulau Jawa, dengan target ekspansi ke 4.500 gerai. 

Sinergi antara pemerintah dan BUMN Pangan diharapkan dapat meredam lonjakan harga pangan Ramadan danmemastikan distribusi yang merata di seluruh Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI